Aksi Unjuk Rasa di Beirut: Ratusan Pendukung Hizbullah Tolak Rencana Negosiasi Lebanon-Israel
Ratusan pendukung Hizbullah berkumpul di Lapangan Riad Al-Solh, Beirut, pada Sabtu (11/4/2026) untuk menolak rencana pemerintah Lebanon membuka negosiasi dengan Israel. Rekaman video menunjukkan para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Lebanon dan Iran, membawa potret para pemimpin Hizbullah, dan memegang papan bertuliskan 'Perlawanan adalah pilihan kita.' Para pengunjuk rasa juga meneriakkan pesan-pesan pembangkangan, termasuk: “Kami melawan, kami tidak berkompromi!” dan “Tidak ada pembicaraan, tidak ada konsesi!” “Tidak mungkin dia (Nawaf Salam) akan mendapatkan apa yang diinginkannya. Selama kita memiliki pejuang di garis depan… kita tidak lemah, ” ucap Zainab Abbas, seorang demonstran. “Kami katakan padanya: pergilah dan bernegosiasi sendiri. Bagi kami, penghinaan adalah hal yang tak terbayangkan,” tambahnya. “Negosiasi akan berakhir di tempat sampah, tidak akan memberi kita apa pun,” ujar demonstran lain, Kamal Shabqaji. Sebelumnya, Kepresidenan Lebanon mengumumkan bahwa pembicaraan dengan Israel akan dimulai pada hari Selasa di markas besar Departemen Luar Negeri AS, setelah Israel menyatakan kesiapan untuk dialog langsung dengan Lebanon. Situasi ini terjadi di tengah serangan udara Israel yang masih berlanjut di Lebanon, yang menurut Tel Aviv menargetkan Hizbullah, meski ada kesepakatan gencatan senjata bersyarat selama dua minggu antara AS dan Iran serta sekutunya. Iran
Video lainnya
Lihat semua