🔴China Disebut Diam-diam Kirim 'Tameng' Udara Baru ke Iran, Wapres AS Tinggalkan Meja Perundingan
Intelijen AS melaporkan China siap mengirim sistem pertahanan udara baru ke Iran. Dua sumber AS yang tak disebutkan namanya mengatakan Beijing menggunakan negara ketiga untuk menyalurkan senjata. Hal ini dilakukan guna menyamarkan asal pasokannya di tengah konflik Iran dengan AS-Israel. Sementara China belum memberikan komentar terkait klaim yang disampaikan intelijen AS. Tak hanya itu, intelijen AS menyebut Iran masih memiliki ribuan rudal balistik yang dapat ditembakkan. Hal itu disampaikan mellaui pejabat AS yang dilaporkan oleh Wall Street Journal. Ia mengaku AS sempat menghancurkan setengah dari peluncur rudal Iran yang kemudian ahncur dan rusak. Namun intelijen AS menyebut peluncur rudal Iran dapat diperbaiki dan berada di bawah tanah. Bahkan Iran disebut masih memiliki ribuan rudal balistik jarak menengah dan pendek. Laporan itu juga menyebutkan bahwa beberapa pejabat AS khawatir Iran akan membangun persediaan rudalnya di tengah gencatan senjata. Di sisi lain, Upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan damai. Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan delegasi negaranya langsung meninggalkan Pakistan tanpa kesepakatan setelah menjalani negosiasi dengan Iran selama 21 jam. Pernyataan itu disampaikan JD Vance pada Minggu (12/4). Vance mengatakan negosiasi itu gagal karena Iran tidak bersedia menerima sejumlah persyaratan utama yang d
Video lainnya
Lihat semua