Cuaca Panas Ekstrem dan Krisis Air Bersih Ancam Nyawa Pengungsi Palestina di Jalur Gaza
Warga Gaza saat ini tengah menghadapi krisis air bersih yang sangat parah. Krisis mematikan ini terjadi di tengah gelombang panas ekstrem yang semakin memperparah penderitaan para pengungsi. Akibat kelangkaan air tersebut, kondisi kemanusiaan di dalam kamp-kamp pengungsian dilaporkan terus memburuk secara signifikan. Berdasarkan rekaman pada hari Sabtu, terlihat antrean panjang pria, wanita, hingga anak-anak di sekitar truk distribusi air. Mereka tampak rela berdesakan membawa botol plastik dan jerigen demi bisa memenuhi kebutuhan dasar harian yang semakin langka. "Tidak ada pasokan air di rumah. Saya tidak tahu harus berbuat apa," ungkap Umm Amer Haboush, seorang perempuan pengungsi. Ia sangat mengeluhkan bahwa warga kini tidak bisa memasak maupun makan sehingga kehidupan mereka menjadi sangat sulit. "Dulu kami tidak pernah harus berlarian mencari air, tetapi sekarang kami berdiri di jalanan menunggu truk tiba. Ini bukan kehidupan," tegasnya dengan putus asa. Pengungsi lainnya, Mohammed al-Wahidi, menyoroti bahwa krisis ini bukan sekadar masalah kuantitas air yang sangat terbatas. Menurutnya, para pengungsi juga harus berhadapan dengan masalah memburuknya kualitas air dan lambatnya frekuensi pengiriman. Ia menyebutkan bahwa truk air saat ini hanya tiba di daerah pesisir setiap dua hingga tiga hari sekali. Bantuan air tersebut biasanya datang melalui inisiatif pribadi, sumbanga
Video lainnya
Lihat semua