JD Vance Dituding Buat Gagal Negosiasi AS-Iran, Trump Klaim Bisa Salahkan atau Puji Jika Berhasil
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance berpotensi menjadi figur yang disebut merugikan dalam negosiasi Washington dan Iran yang berakhir gagal. Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa JD Vance bisa menjadi pihak yang disalahkan jika kesepakatan gagal tercapai. “Jika tidak terjadi, saya akan menyalahkan JD Vance. Jika terjadi, saya akan mengambil semua pujian,” kata Trump sambil disambut tawa di sebuah acara. Dilansir dari The Guardian, Vance kini menghadapi pekan yang sulit dalam karier politiknya, Selasa (14/4). Ia mengalami tekanan setelah perjalanan diplomatiknya ke Hongaria dan Islamabad tidak membuahkan hasil. Di Hongaria, Vance mendukung Viktor Orbán yang justru kalah dalam pemilu bersejarah setelah 16 tahun berkuasa. Kekalahan tersebut dikabarkan menjadi pukulan besar bagi sekutu politik yang ia dukung di Eropa. Setelah itu, Vance melanjutkan misi ke Islamabad untuk negosiasi terkait Selat Hormuz dan program nuklir Iran. Dalam negosiasi itu Vance tidak menghasilkan kesepakatan. Perundingan maraton selama 21 jam antara AS dan Iran berakhir tanpa terobosan dan dinilai sebagai kegagalan diplomatik. "Perundingan maraton yang berlangsung selama 21 jam itu tidak menghasilkan terobosan, dan Vance akhirnya mengumumkan "kabar buruk" bahwa "kami tidak mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu adalah kabar yang jauh lebih buruk bagi Iran daripada bagi Amerika Serikat". Rangkai
Video lainnya
Lihat semua