Militer Israel Hancurkan Bangunan bangunan di Lebanon Selatan meski Gencatan Senjata Disepakati
Israel dilaporkan terus melakukan penyerangan terhadap Lebanon meski gencatan senjata telah disepakati pada pekan lalu, Kamis 16 April 2026. Dilansir dari The Guardian, militer Israel (IDF) terus menghancurkan rumah-rumah dan bangunan lain di desa-desa perbatasan atau Lebanon selatan. Sejumlah lembaga pendidikan hingga rumah warga dirobohkan oleh pasukan tersebut. Dikutip dari Haaretz, tentara Israel dikabarkan menyewa kontraktor sipil untuk proses penghancuran bangunan-bangunan itu. Mereka dibayar harian hingga bergantung pada jumlah bangunan yang berhasil dihancurkan. Menurut sebuah surat kabar Israel, terdapat 20 ekskavator yang beroperasi di sebuah desa. Informasi tersebut dikutip dari sebuah percakapan dengan komandan tentara di lokasi. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Kats menyebut semua rumah di desa-desa dekat perbatasan akan dihancurkan. Kebijakan ini serupa dengan perlakuan Israel di wilayah Rafah dan Beit Hanoun di Gaza, Palestina. Bahkan, Kats menyebut 600.000 penduduk Lebanon selatan tidak diperbolehkan kembali ke rumah mereka. Atas tindakan Israel tersebut, para akademisi menilai bahwa strategi itu digunakan untuk menjadikan suatu wilayah tidak layak huni. Sehingga secara sistematis wilayah tersebut akan segera dikosongkan. Uploader: Tri Hantoro
Video lainnya
Lihat semua