Negosiasi Damai 21 Jam Tanpa Hasil, Ini Deretan Penyebab Gagalnya Perundingan Panas AS-Iran
Perundingan penting antara Amerika Serikat dan Iran yang digelar di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan setelah berlangsung selama 21 jam. Pertemuan ini sebenarnya diharapkan bisa mengubah gencatan senjata menjadi perdamaian permanen. Namun, hasilnya justru buntu. Ini menjadi pertemuan tingkat tinggi paling signifikan sejak Revolusi Islam Iran 1979, dengan situasi kawasan yang masih memanas akibat konflik AS-Israel melawan Iran. Ada beberapa penyebab utama kegagalan ini: 1. Sama-sama keras, tak mau kompromi AS menuntut Iran menghentikan program nuklir, sementara Iran menolak dan menyebutnya hanya untuk tujuan damai. Wakil Presiden AS, JD Vance, mengakui tak ada titik temu. 2. Suasana tegang penuh ancaman Presiden Donald Trump terus melontarkan ancaman sebelum negosiasi. Hal ini membuat Iran makin tidak percaya dan bersikap lebih keras. 3. Faktor Israel ikut memanaskan situasi Serangan Israel ke Lebanon saat negosiasi berlangsung membuat Iran menuntut penghentian konflik lebih luas. Namun, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak menghentikan operasi militernya. 4. Konflik soal Selat Hormuz Iran menutup sebagian Selat Hormuz sebagai tekanan. AS mendesak agar jalur minyak global itu dibuka, tapi Iran menjadikannya alat tawar. 5. Minimnya rasa percaya Hubungan panjang penuh konflik membuat kedua negara saling curiga. Bagi Iran, tawaran AS dianggap tidak adil, bahkan
Video lainnya
Lihat semua