Purbaya Ungkap 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Harga Ekspor Minyak Sawit Lewat Singapura
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan praktik underinvoicing yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan eksportir minyak sawit mentah di Indonesia. Purbaya menyebut terdapat 10 perusahaan besar yang diduga terlibat dalam praktik tersebut, yang merupakan eksportir utama dari dalam negeri. Ia menjelaskan bahwa identitas lengkap perusahaan belum dapat diungkap ke publik, meski sebagian datanya sudah diketahui pemerintah. Namun, Purbaya membenarkan adanya dua nama perusahaan, yakni Wilmar Group dan Musim Mas, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (26/5/2026). "Itu namanya belum bisa disebutin kan, nanti saya dituntut. Tapi ada sih datanya, sepuluh perusahaan sawit. Perusahaan dalam negeri. Sepuluh eksportir terbesar," kata Purbaya kepada awak media di Kantor Kementerian Perekonomian RI, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Menurutnya, modus yang dilakukan adalah penjualan minyak sawit melalui perusahaan perantara di Singapura sebelum kembali dijual ke Amerika Serikat dengan harga lebih tinggi. Ia mengungkapkan terdapat selisih harga yang cukup besar antara nilai ekspor dari Indonesia dan harga jual akhir di negara tujuan. Selisih tersebut diduga mencapai sekitar 50 persen sehingga mengindikasikan adanya praktik manipulasi nilai ekspor. "Dua-duanya. Siapa lagi? Kayanya gak ada (nama perusahaan lain yang disebut), saya lupa itu. Musim Mas ada kan tadi," beber dia. Purbaya juga
Video lainnya
Lihat semua