Relawan Gaza Cerita Dugaan Pelecehan di Penjara: Penyiksaan hingga Penjara Israel | ROSI
JAKARTA, KOMPAS.TV - Relawan kemanusiaan Gaza, As’ad Aras, mengungkap dugaan penyiksaan yang disebut masih berlanjut setelah dirinya dan para aktivis dibawa dari kapal militer menuju daratan. As’ad mengatakan, awalnya para relawan mengira kekerasan yang dialami di atas kapal telah berakhir. Namun dugaan penyiksaan disebut justru semakin berat setelah mereka dibawa ke daratan. Menurut As’ad, saat itu para relawan sama sekali tidak mengetahui ke mana mereka akan dibawa. As’ad menyebut rombongan akhirnya tiba di Pelabuhan Asdod dan diturunkan satu per satu dari kapal militer menuju sebuah tenda kecil. Di lokasi itu, As’ad mengaku mengalami kekerasan fisik. Setelah itu, para relawan dibawa ke tenda yang lebih besar sebelum menjalani proses imigrasi menuju penjara Israel. As’ad mengatakan, di lokasi tersebut para relawan diminta bersujud selama sekitar dua jam dalam kondisi tangan masih terikat. Meski sempat mengira perlakuan itu menjadi puncak kekerasan yang dialami, As’ad menyebut dugaan pelecehan masih terus terjadi di tahap berikutnya. Ia mengaku seluruh pakaian relawan laki-laki maupun perempuan dilepas saat berada di imigrasi. Menurut As’ad, perlakuan serupa bahkan kembali terjadi saat mereka tiba di penjara. As’ad juga mengungkap para relawan dipaksa mengikuti berbagai instruksi dalam kondisi tanpa busana. Bagaimana menurut Anda? Selengkapnya saksikan di sini:
Video lainnya
Lihat semua