Sebut Inggris Tak Bisa Bantu Blokade Selat Hormuz, Pemimpin Reform UK: Kami Tak Punya Kemampuan
Pemimpin Reform UK Nigel Farage dengan tegas memperingatkan agar Inggris tidak terlibat dalam perang di Timur Tengah, dengan menekankan keterbatasan kemampuan militer negara tersebut dalam konferensi pers pada hari Senin di London. “Kami setidaknya mengirim kapal penyapu ranjau, tetapi kami tidak bisa terlibat lebih jauh dari itu,” katanya. “Kami bahkan tidak memiliki angkatan laut yang memadai. Bahkan HMS Dragon, yang membutuhkan waktu tiga minggu satu hari untuk tiba di Siprus guna melindungi pangkalan kedaulatan Inggris, kini kembali ke dermaga karena mengalami kerusakan.” “Bahkan jika kami ingin membantu blokade, kami tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya. Ini adalah penghinaan total bagi negara kita. Ini seharusnya menjadi peringatan terbesar dalam sejarah negara kita terkait pertahanan,” tambah Farage. “Mengenai blokade itu sendiri, sejarah menunjukkan bahwa langkah tersebut bisa berhasil.” Pada hari Minggu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan Amerika akan mulai memberlakukan blokade di selat tersebut pada pukul 10:00 waktu Timur pada hari Senin. Meskipun Teheran dan Washington menandatangani gencatan senjata selama dua minggu, kedua pihak gagal mencapai kesepakatan setelah 21 jam pembicaraan damai di Islamabad pada hari Sabtu. Mengomentari perkembangan lebih lanjut, Farage menyebut bahwa Presiden AS Donald Trump kemungkinan berusaha meng
Video lainnya
Lihat semua