26 May 2026 3 views
#Tribunnews #video berita #YouTube #Video

Wamentan Sudaryono Tanggapi Viralnya Film Pesta Babi, Tegaskan Cetak Sawah di Papua Butuh Waktu

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menanggapi film dokumenter Pesta Babi yang viral dalam beberapa waktu terakhir. Film tersebut mengangkat konflik agraria dan kerusakan lingkungan di Papua Selatan. Film dokumenter Pesta Babi menyoroti kehidupan masyarakat adat seperti Marind, Awyu, Yei, hingga Muyu. Mereka menghadapi proyek cetak sawah, food estate, hingga pembangunan industri besar di wilayah adat. Dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Jakarta pada Senin (25/5/2026), Sudaryono mengatakan proyek besar seperti cetak sawah sendiri tidak dapat langsung terlihat manfaatnya. Menurutnya, dibutuhkan waktu 5-10 tahun mulai dari penyiapan lahan hingga lahan tersebut siap ditanami padi dan produksi. "Jangan dibayangkan cetak sawah hari ini dikeruk-keruk jadi sawah, besok ditanam langsung 5 tahun atau 10 tahun, nggak bisa. Butuh beberapa kali siklus," kata Sudaryono, dikutip dari YouTube Otoritas Jasa Keuangan pada Selasa (26/5/2026). Sudaryono mencontohkan Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang sebelumnya berupa rawa dan belum dimanfaatkan kini menjadi lahan persawahan. Setelah melalui pengembangan selama beberapa tahun, lahan tersebut kini mampu ditanami dan dipanen hingga tiga kali dalam setahun. Sudaryono menegaskan program cetak sawah tetap diperlukan meskipun Indonesia telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan. "Penduduk kita terus be