Banjir Rusak Ribuan Hektare Lahan Perkebunan di Aceh Timur
Banjir Rusak Ribuan Hektare Lahan Perkebunan di Aceh Timur Jakarta, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh melaporkan 5.606 hektare (ha) lahan p
Jakarta, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh melaporkan 5.606 hektare (ha) lahan perkebunan di wilayahnya rusak akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra sejak akhir November lalu.Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur Murdhani mengungkapkan tingkat kerusakan bervariasi dari sedang hingga berat. Sebagian besar merupakan lahan peremajaan sawit rakyat yang tersebar di berbagai kecamatan."Berdasarkan pendataan sementara, lahan peremajaan sawit rakyat mendominasi wilayah terdampak banjir. Total luasan yang mengalami kerusakan cukup besar mencapai 4.510 ha," ujar Murdhani di Aceh Timur, seperti dikutip Antara, Senin (22/12).
Banjir, sambung Murdhani, menyebabkan genangan cukup lama sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman dan merusak struktur tanah perkebunan.Tolak Pembayaran Tunai seperti Roti O Bisa Kena Denda Rp200 Juta
Di Kecamatan Birem Bayeun, terdapat sekitar 250 ha lahan peremajaan sawit rakyat yang mengalami rusak sedang. Lalu, di Kecamatan Rantau Selamat, kerusakan mencapai 200 ha.Kerusakan perkebunan di Kecamatan Ranto Peureulak dan Banda Alam masing-masing mencapai 550 ha. Kemudian, kerusakan lahan sawit di Kecamatan Peureulak seluas 450 ha.Di Kecamatan Peureulak Timur, kerusakan tercatat seluas 150 ha, di Tunong sekitar 375 ha, Julok mencapai 160 ha, dan di Indra Makmu mencapai 750 ha.Kerusakan lahan sawit rakyat juga terjadi di Kecamatan Pante Bidari mencapai 555 ha dan Peunaron seluas 890 ha.
Banjir juga berdampak pada perkebunan kakao seperti di Kecamatan Pante Bidari seluas 90 ha.Di Kecamatan Peunaron ada 50 ha lahan kakao rusak berat dan Kecamatan Indra Makmu 40 ha lahan kakao rusak sedang."Kerusakan lahan perkebunan ini berpotensi menurunkan produktivitas petani dalam jangka menengah hingga panjang. Selain kerusakan fisik tanaman, banjir juga menyebabkan erosi tanah, rusaknya saluran kebun, serta hilangnya unsur hara yang dibutuhkan tanaman," terangnya.Kerusakan tersebut juga berdampak pada pendapatan petani. Karenanya,pemerintah daerah akan mendata lanjutan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyusun langkah pemulihan, termasuk kemungkinan bantuan benih, perbaikan lahan, serta pendampingan teknis bagi petani."Kami berkomitmen untuk mendorong percepatan pemulihan sektor perkebunan agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal pascabencana," pungkasnya. (sfr)
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Purbaya Sebut Dolar Rp17.800 Tak Masuk Akal: Saya Stres
28 May 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas ke Hongkong Senilai Rp45 M
27 May 2026
Bank Sentral Amerika Minta Dunia Pangkas Konsumsi Minyak dan Gas
27 May 2026
Menyalahi Aturan, Kemendag 'Take Down' 2.639 Iklan Digital
27 May 2026
Tebar Rasa Syukur, PNM Salurkan Hewan Kurban ke Warga di 18 Cabang
27 May 2026
Wamentan Sebut Stok Hewan Kurban 2026 Melimpah, Surplus 800 Ribu Ekor