Pertamina Patra Niaga Matangkan Persiapan Merger dengan PIS dan KPI
Pertamina Patra Niaga Matangkan Persiapan Merger dengan PIS dan KPI Jakarta, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) berkomitmen penuh mengikuti arahan holding dalam proses merger d
Jakarta, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) berkomitmen penuh mengikuti arahan holding dalam proses merger dengan Pertamina International Shipping (PIS) dan Kilang Pertamina Internasional (KPI). Ketiganya dijadwalkan melebur jadi satu pada 1 Januari 2026.Corporate Secretary PPN Roberth MV Dumatubun mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan persiapan secara paralel dari sisi operasional agar tidak mengganggu layanan publik saat proses penggabungan dilakukan."Persiapan tetap kita jalani bagaimana itu ditentukan. Kami ikut arahan saja dari holding seperti apa nantinya, tapi secara paralel kita siapkan secara operasional," ujar Roberth dalam Konferensi Pers di Kantornya, Senin (22/12).
Menurut Robert, merger perusahaan adalah hal yang lumrah dalam dunia usaha. Terlebih, tujuannya untuk meningkatkan kinerja dan nilai tambah perusahaan jangka panjang.Tolak Pembayaran Tunai seperti Roti O Bisa Kena Denda Rp200 Juta
"Ini sebenarnya sudah common dilakukan. Jadi nanti antara KPI sebagian PIS ada merger dan spin-off. KPI nanti bentuknya merger, kalau sebagian PIS itu bentuknya spin-off," katanya.Direktur utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius sebelumnya mengatakan proses penggabungan ketiga anak usaha itu tengah berjalan dan pihaknya akan meminta arahan Danantara sebagai pemegang saham terkait penggabungan ini."Jadi prosesnya masih berjalan, memang kita targetnya sebelum akhir Desember 2025 sudah restrukturisasi, itu sudah jalan," kata Simon ditemui usai acara Indonesia Langgas Berenergi yang digagas Detik dan , di Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (7/10).Menurut Simon, sebelum akhir tahun diharapkan seluruh proses penggabungan sudah selesai dan ketiga anak usaha tersebut menjadi satu perusahaan."Mudah-mudahan (akhir Desember 2025) sudah eksekusi," ujarnya.
Pertamina memang tengah menyusun beberapa aksi korporasi, termasuk penggabungan Pelita Air ke Garuda Indonesia yang masih dalam tahap kajian.Namun, kedua perusahaan sudah sembari berjalan pembahasannya dan juga laporan ke Danantara."Jadi kalau memang bisa terkejar sebelum 2025 mungkin lebih cepat. Jadi sudah paralel semua sekarang," jelasnya. (ldy/sfr)
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Purbaya Sebut Dolar Rp17.800 Tak Masuk Akal: Saya Stres
28 May 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas ke Hongkong Senilai Rp45 M
27 May 2026
Bank Sentral Amerika Minta Dunia Pangkas Konsumsi Minyak dan Gas
27 May 2026
Menyalahi Aturan, Kemendag 'Take Down' 2.639 Iklan Digital
27 May 2026
Tebar Rasa Syukur, PNM Salurkan Hewan Kurban ke Warga di 18 Cabang
27 May 2026
Wamentan Sebut Stok Hewan Kurban 2026 Melimpah, Surplus 800 Ribu Ekor