Banyak Perusahaan Korea Minati Investasi Proyek Waste to Energy RI
Banyak Perusahaan Korea Minati Investasi Proyek Waste to Energy RI Jakarta, Korea Selatan menaruh minat untuk berinvestasi pada program pengelolaan sampah menjadi sumber li
Jakarta, Korea Selatan menaruh minat untuk berinvestasi pada program pengelolaan sampah menjadi sumber listrik atau waste to energy yang tengah dikerjakan BPI Danantara.Hal ini disampaikan Konsuler Bidang Ekonomi Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chanwoo di acara diskusi FPCI bertajuk APEC at the Crossroads: Building Bridges for Regional Growth, Jakarta, Senin (13/10) lalu."Jadi, tentunya kami, perusahaan-perusahaan Korea, memiliki ketertarikan dalam proyek itu," kata Kim dalam diskusi yang merupakan bagian dari program Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea oleh FPCI dan Korea Foundation.
Tak hanya itu, Kim menyebut perusahaan asal Korea juga tertarik dengan proyek carbon credit storage atau transfer di Indonesia.Daftar 5 Daerah dengan UMP Terendah 2026
Kim menyebut belakangan perusahaan Korea Selatan tengah menaruh minat pada proyek hijau dan energi terbarukan.Oleh karenanya, ia menyebut perusahaan Korea akan tertarik pada proyek waste to energy garapan Danantara tersebut."Proyek pengolahan sampah menjadi energi merupakan salah satu area energi terbarukan, sehingga perusahaan Korea pasti akan tertarik," ucap dia.Pada saat yang sama, Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Tirta Nugraha Mursitama juga menyebut banyak perusahaan yang telah berkomitmen untuk turut serta menggarap proyek waste to energy tersebut.BPI Danantara tengah menggarap proyek waste to energy. CEO Danantara Rosan Roeslani pada (6/11) lalu menyampaikan program itu masuk pada proses penjaringan investor.Ia menyebut ada sekitar 240 calon investor yang berminat berinvestasi pada program tersebut."Kita minggu depan itu kita akan buka untuk proses bidding-nya. Bidding-nya, maksudnya masukkan penawarannya ya. Itu mulai proses kita memberikan data dan penawaran itu kita mulai minggu depan. Karena dari tujuh itu memang kesediaan lahannya kan sudah ada," kata Rosan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/11).Prabowo Setuju Jatah Divestasi 10 Persen Saham Freeport Buat PapuaRosan juga menyampaikan sejauh ini ada tujuh daerah yang berpotensi menjadi tempat groundbreaking program.Ia mengatakan tujuh daerah itu telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.Rosan menyebut proyek ini nantinya akan disertai teknologi yang mumpuni. Di mana sampah dalam proses pengolahan tak perlu lagi dipisah-pisahkan.Ia mengatakan pengolahan sampah tanpa perlu diklasifikasikan itu berbeda dengan proses hari ini. (mnf/agt)
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS
28 May 2026
Harga Emas Antam Turun Rp31.000 Jadi Rp2,754 Juta/gram
28 May 2026
Syarat Warga Jakarta Dapat Pembebasan PBB-P2 2026 hingga 100 Persen
28 May 2026
Purbaya Sebut Dolar Rp17.800 Tak Masuk Akal: Saya Stres
28 May 2026
Purbaya Sebut Dolar Rp17.800 Tak Masuk Akal, Berkelakar Stres
28 May 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas ke Hongkong Senilai Rp45 M