Amran Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Aman saat Nataru
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, memastikan bahwa ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional aman selama perayaan Nat...
Amran menyatakan, "Nilai kebersamaan, kepedulian, dan persatuan menjadi semangat kita dalam menjaga pangan nasional. Negara harus hadir memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, termasuk pada perayaan Natal."
Ia menjelaskan bahwa stok sejumlah komoditas pangan strategis berada pada posisi aman. Stok beras diperkirakan mencapai 3,53 juta ton hingga akhir 2025, yang disebut sebagai stok tertinggi. Sementara itu, pasokan minyak goreng juga diklaim mencukupi kebutuhan nasional, mengingat Indonesia adalah produsen minyak goreng yang menyuplai dunia.
Untuk komoditas protein hewani seperti telur dan daging ayam, Amran menyebut pemerintah telah melakukan pengecekan langsung hingga tingkat peternak untuk memastikan pasokan dan harga tetap stabil. "Kita sudah cek di peternaknya, telur dengan ayam sesuai, stabil. Jadi tolong jangan ada pengusaha yang memainkan keadaan, memanfaatkan momen Natal dan Tahun Baru. Stok kita cukup," tegasnya.
Meskipun fluktuasi harga komoditas hortikultura seperti cabai masih dipengaruhi faktor cuaca, Amran menekankan bahwa komoditas strategis yang surplus dan memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) tidak boleh mengalami kenaikan. "Cabai naik sedikit itu masih wajar karena hujan. Tetapi yang tidak boleh, beras dan minyak goreng, telur dan ayam, karena kita surplus dan ada HET," ujarnya.
Amran juga mengungkapkan adanya dugaan pelanggaran HET minyak goreng oleh dua produsen. Pemerintah telah mengambil langkah melalui Satgas Pangan dengan fokus pada penindakan di tingkat produsen. "Yang diduga melanggar kami kejar. Kami fokus pada produsennya. Kalau terbukti, sanksinya pidana dan pencabutan izin," katanya.
Terkait telur ayam ras, Amran memastikan ketersediaan nasional aman hingga Lebaran 2026. Proyeksi neraca pangan menunjukkan kebutuhan konsumsi telur ayam ras nasional pada 2025 diperkirakan 6,487 juta ton, sementara produksi mencapai 6,561 juta ton, sehingga masih terjadi surplus. Stok akhir tahun 2025 diproyeksikan meningkat menjadi 74,5 ribu ton, dibandingkan stok akhir 2024 yang berada di 29,3 ribu ton.
Pemerintah juga menegaskan bahwa fluktuasi harga telur bersifat musiman dan tidak signifikan dipengaruhi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari total kebutuhan konsumsi nasional, porsi kebutuhan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG pada 2025 diperkirakan sekitar 1,96 persen atau 127,3 ribu ton.
Meskipun stok dinilai mencukupi, pemerintah tetap mengawal pergerakan harga telur agar berada sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen sebesar Rp30 ribu per kilogram. "Tadi telur alhamdulillah baik, tetapi kita tidak boleh lengah. Telur cukup. Saya katakan tidak boleh naik. Kalau naik, kita tindak," ujar Amran.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20251225172527-92-1310686/amran-pastikan-stok-dan-harga-bahan-pokok-aman-saat-nataru
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Bos BGN: Kalau MBG Tak Jalan Kepemimpinan Prabowo Dipertaruhkan
13 Feb 2026
BPJPH: 2.340 SPPG Sudah Bersertifikat Halal
13 Feb 2026
Bank Jatim dan Kemendes PDT RI Bersinergi Perkuat Ekonomi Desa
13 Feb 2026
Siapkan Rp55 T, Purbaya Ingin THR PNS Cair Awal Puasa
13 Feb 2026
Bos BGN Respons Penghentian Sementara SPPG di Kawasan Johar Baru
13 Feb 2026
FOTO: Gebyar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan dan Lebaran 2026