Wakil Kepala BGN: Semua Warga RI Berhak Bangun SPPG
Judul: Wakil Kepala BGN: Semua Warga RI Berhak Bangun SPPG Jakarta, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menyatakan seluruh warga negara Indonesia berhak...
Jakarta, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menyatakan seluruh warga negara Indonesia berhak mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terkait keterlibatan berbagai pihak sebagai mitra penyelenggara dapur MBG."Membuat SPPG hak semua warga negara Indonesia, pejabat dan semuanya atau siapa pun adalah warga negara Indonesia, itu jawaban saya," kata Nanik di SMKN 1 Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (8/1).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nanik, partisipasi masyarakat justru menjadi salah satu faktor yang mempercepat pengembangan layanan pemenuhan gizi di berbagai daerah.Lihat Juga :Purbaya: Saya Bisa Buat APBN Nol Defisit, Tapi Ekonomi Morat-Marit
Ia menjelaskan keterlibatan mitra dalam pembangunan dapur SPPG berkontribusi signifikan terhadap perluasan jangkauan program. Jika seluruh dapur harus dibangun pemerintah, kebutuhan investasinya akan sangat besar.Dengan asumsi 20 ribu dapur membutuhkan biaya sekitar Rp2 miliar per unit, total investasinya bisa mencapai sekitar Rp40 triliun. Dalam praktiknya, sebagian besar dapur tersebut dibangun melalui kemitraan."Para mitra yang membangun dapur, yang kalau dibangun sendiri oleh pemerintah tentu mengeluarkan investasi puluhan (triliun), kalau kita hitung 20 ribu (SPPG) saja hitungannya Rp2 miliar, artinya itu ada Rp40 triliun yang dibangun oleh para mitra untuk dapur-dapur SPPG," jelasnya.Hingga saat ini, jumlah SPPG yang beroperasi tercatat sekitar 19.800 unit. Operasional dapur tersebut menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Nanik menyebut sekitar 902 ribu orang bekerja langsung di dapur-dapur SPPG yang saat ini beroperasi di berbagai wilayah.Terkait aspek keselamatan dan mutu program MBG, Nanik menyampaikan upaya pengendalian terus diperketat meski tidak ada jaminan absolut.
"Kalau menggaransi itu (zero accident MBG) Allah yang garansi, tapi kita akan berusaha kerja keras untuk meminimalisir," ujarnya.Ia menuturkan sejak akhir September, jumlah insiden keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan MBG terus menurun. Salah satu langkah yang diambil adalah memperketat standar sanitasi dan higienitas.Penggunaan air galon bermerek diwajibkan untuk memastikan air bebas bakteri, menyusul temuan E coli pada sumber air sebelumnya. Selain itu, dapur yang tidak memenuhi standar akan diberikan peringatan bertahap hingga penutupan jika tidak melakukan perbaikan.Indonesia Corruption Watch (ICW) sebelumnya merilis temuan mengenai dugaan afiliasi politik dalam sejumlah yayasan mitra MBG.Dari 102 yayasan yang ditelusuri, ICW menemukan 28 yayasan terindikasi memiliki keterkaitan dengan partai politik melalui individu dalam struktur yayasan.[Gambas:Video CNN] (del/sfr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260108165126-92-1314992/wakil-kepala-bgn-semua-warga-ri-berhak-bangun-sppg
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Pemerintah Batasi Kenaikan Harga Tiket Pesawat Maksimal 13 Persen
07 Apr 2026
Rupiah Rontok ke Rp17.080, Kompak Merah dengan Mata Uang Lain
07 Apr 2026
Purbaya Pertimbangkan Pungut Pajak Pedagang Online di Pertengahan 2026
07 Apr 2026
Angkasa Pura Minta Maaf soal Atap Terminal 3 Bandara Soetta Ambruk
07 Apr 2026
Dibanding Negara Selevel, Seberapa Tangguh RI Hadapi Gejolak Global?
07 Apr 2026
Evakuasi KA Bangunkarta Rampung, Jalur Lintas Bumiayu Kembali Normal