China Tegaskan Larangan Ekspor ke Jepang Hanya Sasar Industri Militer
Jakarta, China menegaskan larangan ekspor barang dwiguna (dual-use) ke Jepang hanya akan berdampak pad...
Jakarta, China menegaskan larangan ekspor barang dwiguna (dual-use) ke Jepang hanya akan berdampak pada perusahaan militer.Barang dwiguna yang dimaksud merupakan barang, teknologi, atau perangkat lunak yang bisa dipakai untuk kepentingan sipil maupun militer. Salah satu produk dwiguna adalah logam tanah jarang.
Kementerian Perdagangan China menyatakan ekspor untuk kepentingan sipil tidak akan terdampak kebijakan larangan itu. Ia menyebut negaranya selalu berkomitmen menjaga stabilitas serta keamanan rantai produksi dan rantai pasok global."Pengguna sipil tidak akan terdampak," ujar juru bicara Kementerian Perdagangan China, He Yadong kepada wartawan, dikutip Reuters, Kamis (8/1).
Sariwangi Akan Jadi Milik Djarum Usai Dibeli Rp1,5 TNamun, He tidak menjelaskan apakah unsur tanah jarang yang termasuk dwiguna, masuk dalam daftar larangan ekspor ke Jepang.Ia juga tak menjawab ketika ditanya soal laporan media pemerintah China yang menyebut kementerian tengah mempertimbangkan pengetatan lebih lanjut atas izin ekspor tanah jarang ke Jepang.Logam tanah jarang tergolong krusial bagi industri otomotif Jepang, karena digunakan untuk motor komponen mobil seperti spion, pengeras suara, pompa oli hingga kendaraan listrik (EV).Di sisi lain, tanah jarang juga bisa digunakan untuk pembuatan motor rudal, drone pengintai hingga sistem senjata militer.China memiliki daftar pengendalian ekspor yang mencakup sekitar 1.100 barang dan teknologi dwiguna. Produsen wajib mengantongi izin pemerintah untuk ekspor ke luar negeri, terlepas dari siapa pengguna akhirnya.Daftar itu mencakup setidaknya tujuh kategori tanah jarang menengah dan berat. Meski demikian, Beijing belum merinci item mana saja yang akan terdampak oleh larangan ekspor ke Jepang.
Hubungan Beijing-Tokyo memang memburuk sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan serangan China ke Taiwan mengancam kelangsungan hidup negaranya pada November 2025 lalu.Pernyataan Sanae itu dinilai Tiongkok menilai provokatif dan dibalas dengan kebijakan larangan ekspor barang dwiguna."Ekspor ke Jepang untuk tujuan militer, serta seluruh penggunaan akhir lain yang berkontribusi pada peningkatan kemampuan militer Jepang dilarang," kata He.Ia menegaskan larangan ekspor yang bertujuan untuk menghentikan remiliterisasi Jepang dan ambisi nuklir Tokyo tersebut sepenuhnya sah, beralasan, dan sesuai hukum.Kamis lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, Takehiro Funakoshi memprotes keras larangan tersebut dan menuntut China mencabutnya.[Gambas:Video CNN] (pta)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260109065619-92-1315126/china-tegaskan-larangan-ekspor-ke-jepang-hanya-sasar-industri-militer
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Pupuk Indonesia Salurkan Hewan Kurban untuk 152 Ribu Penerima Manfaat
28 May 2026
Harga Meledak, Kambing Kurban di Gaza Capai Rp106 Juta per Ekor
28 May 2026
HUT ke-31, Telkomsel Tegaskan Semangat "Melayani Sepenuh Hati"
28 May 2026
Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban di Momen Iduladha 2026
28 May 2026
Dari Sumatra ke Nusa Tenggara, BNI Salurkan 1.200 Kurban Iduladha 2026
28 May 2026
Pimpinan Bank Mandiri Hadiri Nobar Film 'Semua Akan Baik-baik Saja'