Purbaya Ungkap Ada Perusahaan China Berpendapatan Rp4 T Kemplang Pajak
Judul: Purbaya Ungkap Ada Perusahaan China Berpendapatan Rp4 T Kemplang Pajak Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap ada perusahaan baja asal China den...
Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap ada perusahaan baja asal China dengan pendapatan Rp4 triliun per tahun tetapi tidak membayar pajak.Purbaya mengaku sudah mengantongi nama perusahaan tersebut. Perusahaan nakal itu menjual langsung baja ke pembeli, tanpa membayar pajak pertambahan nilai (PPN)."Pajak juga banyak industri liar yang enggak kena pajak. Yang saya tahu baja dan bahan bangunan. Pengusahanya dari China, punya perusahaan di sini, orang China semua, enggak bisa bahasa Indonesia . Jual langsung ke klien cash basis, enggak bayar PPN," kata Purbaya ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat (8/1).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purbaya menegaskan akan menindak perusahaan tersebut. Ia mendengar satu perusahaan baja saja potensi pendapatannya bisa mencapai Rp4 triliun per tahun.Lihat Juga :China Tegaskan Larangan Ekspor ke Jepang Hanya Sasar Industri Militer
"Kalau pajak saja dari orang yang sudah insaf itu setahun bisa Rp4 triliun lebih, jadi besar. Banyak perusahaan," katanya.Ia bahkan menuding jajaran Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai seolah tutup mata dengan kondisi tersebut."Tapi yang saya heran adalah ada perusahaan yang familiar, perusahaan dari asing bisa beroperasi di sini, sementara orang pajak selama ini seperti agak tutup mata," imbuh Purbaya.Dalam kesempatan itu, Purbaya juga bercerita sempat disinggung oleh Presiden Prabowo Subianto saat retreat Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Prabowo mengatakan apakah mau dibohongi terus oleh orang Direktorat Jenderal Pajak serta Bea Cukai. Namun, pertanyaan itu tak langsung dilontarkan ke Purbaya."Saya disindir lagi dalam pertemuan kemarin dengan presiden di Hambalang, dia bilang apakah kita akan mau dikibulin terus oleh (orang) Pajak dan Bea Cukai? Itu pesan ke saya dari presiden, walaupun dia nggak melihat ke saya, tapi deg kan ke sini," kata Purbaya.Purbaya menyebut bahwa Prabowo menyoroti praktik pelaporan nilai barang yang tak sesuai (under invoicing) yang masih sering terjadi dan melibatkan pegawai DJBC. Kemudian, praktik penghindaran pajak yang melibatkan pegawai DJP."Ada praktik under invoicing yang masih besar yang tidak terdeteksi di pajak dan bea cukai," ungkap Purbaya.[Gambas:Video CNN] (pta)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260109081041-532-1315141/purbaya-ungkap-ada-perusahaan-china-berpendapatan-rp4-t-kemplang-pajak
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
Danantara Beli Lahan 5 Ha hingga Hotel 4.000 Pintu untuk Kampung Haji
14 Feb 2026
Zulhas soal Anggaran 1.000 Kampung Nelayan 2026: Kira-kira Rp22,5 T
14 Feb 2026
FOTO: Wajah Toko Perhiasan Mewah Tiffany dan Co Usai Disegel Bea Cukai
14 Feb 2026
Bahlil Sebut Impor LPG Masih Dominan Lantaran Produksi Hanya 24 Persen
14 Feb 2026
Asuransi Bencana: Cara Kerja, Tips Memilih, hingga Kisaran Premi
14 Feb 2026
Jelang Ramadan, Harga Minyakita di Tangerang Tembus Rp17.500 per Liter