Trump Gagal Yakinkan Perusahaan AS Investasi Minyak di Venezuela
Judul: Trump Gagal Yakinkan Perusahaan AS Investasi Minyak di Venezuela Jakarta, Upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menarik investasi besar perusahaan minyak N...
Jakarta, Upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menarik investasi besar perusahaan minyak Negeri Paman Sam ke Venezuela belum membuahkan hasil.Para eksekutif migas menilai kondisi politik, hukum, dan keamanan negara tersebut masih terlalu berisiko untuk investasi jangka panjang, meski Trump menjanjikan stabilitas dan peluang keuntungan besar.Keraguan itu mengemuka dalam pertemuan tertutup antara Trump dan para pimpinan industri minyak di Gedung Putih pada Jumat (9/1) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan berlangsung lama, namun berakhir tanpa komitmen investasi bernilai miliaran dolar seperti yang diharapkan Gedung Putih.Lihat Juga :Amran Bakal Cabut Izin Impor Bibit Ayam Jika Harga Telur Naik Terus
Salah satu penilaian paling tegas datang dari CEO ExxonMobil Darren Woods yang menyebut Venezuela belum bisa diperlakukan sebagai tujuan investasi.Ia menilai belum ada kepastian kerangka hukum dan komersial yang memungkinkan perusahaan menghitung potensi imbal hasil secara realistis."Itu tidak layak untuk diinvestasikan," ujar Woods, merujuk pada kompleksitas dan ketidakjelasan aturan bisnis di negara tersebut, melansir CNN.Pandangan serupa disampaikan sejumlah eksekutif lain. Mereka menekankan sebelum memulai upaya peningkatan produksi minyak yang bisa memakan waktu bertahun-tahun, industri membutuhkan jaminan keamanan dan kepastian finansial yang kuat dari pemerintah AS.Lihat Juga :3 Terminal BBM di Aceh Masih Terkendala Akses Imbas BanjirSikap hati-hati juga datang dari investor migas sekaligus pendukung Trump, Harold Hamm. Ia mengakui Venezuela memiliki potensi besar, namun tantangan investasi di negara itu tidak kecil dan membutuhkan waktu panjang untuk membuktikan kelayakannya.Menurutnya, semua pihak sepakat investasi yang dibutuhkan sangat besar, tetapi prosesnya tidak bisa instan.Respons dingin industri ini berpotensi menyulitkan langkah Trump yang tengah menjalankan intervensi besar di Venezuela dengan tujuan merombak kepemimpinan politik sekaligus memulihkan ekonomi berbasis minyak negara tersebut.Trump sebelumnya mengesahkan penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, meski struktur pemerintahan lainnya masih dipertahankan.Lihat Juga :Momen Dasco Sambungkan Prabowo dengan Purbaya Lewat TeleponIa meyakini pemimpin sementara Delcy Rodríguez akan membantu membuka jalan bagi kembalinya perusahaan-perusahaan AS ke Venezuela. Trump bahkan menyebut pihaknya melihat kepemimpinan sementara tersebut sebagai sekutu.Dalam pertemuan itu, Trump berulang kali menekankan Venezuela akan segera cukup stabil untuk investasi jangka panjang. Ia mengangkat besarnya cadangan minyak negara tersebut dan mendesak perusahaan agar tidak melewatkan peluang.Pada satu kesempatan, Trump bahkan menyiratkan bahwa masih banyak pihak lain yang siap menggantikan perusahaan yang memilih mundur.Industri Perlu Jaminan KeamananMeski ketertarikan untuk terlibat dalam upaya pembangunan kembali Venezuela tetap ada, perusahaan energi menilai investasi baru belum masuk akal dalam waktu dekat.Lihat Juga :Mentan Amran Sita 133,5 Ton Bawang Bombai Ilegal di SemarangMereka menilai keputusan bisnis sangat bergantung pada arah kebijakan pemerintah AS dalam beberapa bulan ke depan serta stabilitas politik Venezuela itu sendiri.Dalam pertemuan tersebut, sejumlah eksekutif menyinggung perlunya jaminan keamanan, baik untuk keselamatan karyawan maupun perlindungan aset dan peralatan.Kekhawatiran juga muncul soal keberlanjutan kesepakatan bisnis, terutama jika terjadi pergantian kekuasaan di Venezuela atau berakhirnya masa jabatan Trump.Trump berupaya menenangkan kekhawatiran itu dengan menjanjikan keamanan penuh bagi perusahaan AS. Namun, janji tersebut tidak disertai rincian teknis maupun komitmen penggunaan sumber daya federal dalam skala besar.Usai pertemuan, Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan fokus awal pemerintah adalah mengubah perilaku pemerintahan Venezuela. Ia juga menepis anggapan bahwa pemerintah mengharapkan hasil instan dari rencana tersebut.
Wright mengklaim minat industri terhadap Venezuela sebenarnya cukup besar. Ia mencontohkan Chevron, satu-satunya perusahaan minyak AS yang masih beroperasi di Venezuela, yang memperkirakan produksi bisa meningkat hingga 50 persen dalam 18-24 bulan ke depan.Namun, peningkatan itu hanya bisa dilakukan jika Chevron memperoleh sejumlah izin khusus dari pemerintah AS.Terkait klaim Trump soal potensi investasi baru senilai US$100 miliar atau setara Rp1.684,26 triliun (asumsi kurs Rp16.842 per dolar AS) untuk menghidupkan kembali industri minyak Venezuela, Wright mengakui target tersebut belum menunjukkan kemajuan berarti.Menurutnya, angka itu memang masuk akal secara teori, tetapi realisasinya membutuhkan waktu panjang."Itu bukan minggu depan atau bulan depan," ujar Wright. "Namun itulah arah yang sedang kami upayakan," pungkasnya.[Gambas:Video CNN] (del/sfr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260110190917-85-1315664/trump-gagal-yakinkan-perusahaan-as-investasi-minyak-di-venezuela
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
Bandara Bali Diprediksi Layani 483 Ribu Penumpang saat Libur Imlek
14 Feb 2026
Purbaya: Ekonomi RI Akan Alami Ekspansi Sampai 2033
14 Feb 2026
Purbaya soal Ekonomi Gonjang-ganjing: Kita Bilang Go to Hell
14 Feb 2026
Purbaya Akan Bantu FT UI Rp100 M: Kalau Demo, Pertahankan Menkeu
14 Feb 2026
Danantara Beli Lahan 5 Ha hingga Hotel 4.000 Pintu untuk Kampung Haji
14 Feb 2026
Zulhas soal Anggaran 1.000 Kampung Nelayan 2026: Kira-kira Rp22,5 T