Ekonomi 15 Jan 2026 7 views

Airlangga soal Defisit APBN Nyaris 3 Persen PDB: Jangan Khawatir

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan tidak khawatir dengan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang hampir mencapai batas maksi...

Airlangga soal Defisit APBN Nyaris 3 Persen PDB: Jangan Khawatir
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan tidak khawatir dengan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang hampir mencapai batas maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir 2025. Ia membandingkan kondisi ini dengan negara lain yang memiliki defisit dua kali lipat lebih tinggi namun tidak menunjukkan kekhawatiran.

Airlangga menyampaikan hal tersebut dalam acara Business Outlook Indonesia Business Council (IBC) pada Rabu (14/1). Ia menyebut defisit APBN 2025 tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92 persen terhadap PDB, yang masih di bawah batas 3 persen sesuai Undang-Undang Keuangan Negara (UUKN). Realisasi pendapatan negara mencapai 91,7 persen dan belanja negara 95,3 persen dari target.

Airlangga menegaskan bahwa pemerintah telah memperhitungkan semua risiko ekonomi, mulai dari nilai tukar hingga pasar modal, dan optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Ia juga mengklaim bahwa ekonomi Indonesia jauh dari ancaman resesi, bahkan lebih baik dibandingkan Amerika Serikat, China, dan Jepang. Menurut penilaian Bloomberg, probabilitas resesi di Indonesia rendah di tengah ketidakpastian ekonomi global, perlambatan ekonomi, dan ketegangan geopolitik.

Ekonomi Indonesia berhasil tumbuh sekitar 5 persen selama tujuh tahun terakhir, dengan inflasi terkendali di level 2,92 persen. Indeks keyakinan konsumen juga meningkat menjadi 123,5 persen per Desember, didorong oleh berbagai stimulus pemerintah yang meningkatkan konsumsi masyarakat.

Di sisi lain, Ekonom Citigroup Helmi Arman menaikkan proyeksi defisit APBN RI 2026 menjadi 3,5 persen terhadap PDB, dari proyeksi sebelumnya 2,7 persen. Ia memprediksi pemerintah akan merevisi UUKN pada semester kedua tahun ini untuk melonggarkan batas defisit APBN, kecuali jika pemerintah memilih untuk memangkas anggaran belanja secara tajam. Rasio utang RI terhadap PDB diperkirakan meningkat menjadi sekitar 42 persen pada 2029, naik dari perkiraan 39 persen pada 2025.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260115152150-532-1317423/airlangga-soal-defisit-apbn-nyaris-3-persen-pdb-jangan-khawatir
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.