Bos Danantara Bersuara soal Wacana BUMN Tekstil Bermodal Rp101 T
Jakarta, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani buka suara soal rencana pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Ne...
Jakarta, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani buka suara soal rencana pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang bergerak di sektor tekstil.Demi mendirikan perusahaan pelat merah baru itu, Danantara disebut akan menyuntikkan modal US$6 miliar atau sekitar Rp101,17 triliun (asumsi kurs Rp16.863 per dolar AS).Kabarnya, langkah itu sebagai bagian restrukturisasi perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman(Sritex) yang pailit. Namun, Rosan tak mengkonfirmasi hal tersebut.
"Selama kita yakin bahwa nanti kita bisa turn around perusahaan itu melakukan restrukturisasi secara maksimal seperti yang kita lakukan misalnya di perusahaan-perusahaan BUMN lainnya yang memang perlu mendapatkan penyehatan secara keseluruhan tidak hanya dari permodalan saja tapi juga dari market-nya, dari off-takernya dan lain-lain. Jadi, kita terbuka untuk itu," kata Rosan ditemui di kantor Kementerian Investasi, Jakarta Selatan, Kamis (15/1).Respons Adhi Karya usai Pemprov DKI Bongkar Tiang Monorel Kuningan
Rosan juga belum bisa memastikan bentuk dari BUMN tekstil tersebut. Danantara, sambungnya, selalu melakukan kajian kelayakan (feasibility study) sebelum berinvestasi, yang mencakup berbagai aspek. Pihaknya juga punya beberapa parameter tertentu yang harus dipenuhi, termasuk target keuntungan (return)."Termasuk juga parameter yang kita masuk itu adalah lapangan pekerjaan. Mungkin ya we are willing, kita terbuka untuk menerima misalnya investasi yang secara return mungkin lebih rendah dari parameter kita apabila penciptaan lapangan pekerjaan lebih tinggi. Mungkin tekstil kan salah satu yang dari segi lapangan pekerjaan itu sangat besar," kata Rosan.Rencana pembentukan BUMN tekstil sebelumnya disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.Ia mengungkapkan rencana itu dibahas dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Minggu (11/1) lalu.
"Akan membentuk BUMN baru khusus tekstil, tidak menghidupkan kembali," kata Airlangga saat menghadiri IBC Business Outlook 2026 di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, seperti dikutip Detik, Rabu (14/1).Menurut Airlangga, modal awal perusahaan pelat merah baru itu sebesar US$6 miliar atau sekitar Rp101,17 triliun (asumsi kurs Rp16.863 per dolar AS).Danantara disebut akan menyiapkan suntikan modal jumbo tersebut."Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN Tekstil, dan ini akan dihidupkan kembali, sehingga pendanaan US$ 6 bilion nanti akan disiapkan oleh Danantara," terangnya.[Gambas:Video CNN] (fby/sfr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260115172308-92-1317476/bos-danantara-bersuara-soal-wacana-bumn-tekstil-bermodal-rp101-t
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
29 May 2026
Tekan Subsidi BBM Rp300 T, Kemenhub Perkuat Transportasi Massal
28 May 2026
Pertagas Sabet Tiga Penghargaan di Ajang Best Human Capital Award 2026
28 May 2026
Pupuk Indonesia Salurkan Hewan Kurban untuk 152 Ribu Penerima Manfaat
28 May 2026
Harga Meledak, Kambing Kurban di Gaza Capai Rp106 Juta per Ekor
28 May 2026
HUT ke-31, Telkomsel Tegaskan Semangat "Melayani Sepenuh Hati"
28 May 2026
Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban di Momen Iduladha 2026