Ekonomi 28 Jan 2026 4 views

IHSG Anjlok 8 Persen, Saatnya 'Nyerok'?

Jakarta, Pengamat menilai penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menjadi peluang bagi investor untuk membeli saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) dengan memperti...

IHSG Anjlok 8 Persen, Saatnya 'Nyerok'?
Jakarta, Pengamat menilai penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menjadi peluang bagi investor untuk membeli saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) dengan mempertimbangkan fundamentalnya.

Praktisi Pasar Modal Hans Kwee menyarankan investor untuk bersabar dan memantau perkembangan pasar. Ia juga menyarankan untuk mulai mencari saham-saham big cap dengan fundamental yang kuat untuk diakumulasi.

Hans menjelaskan, anjloknya IHSG disebabkan oleh keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk membekukan sementara perlakuan indeks terhadap saham-saham Indonesia. Kebijakan ini, yang berlaku segera, mencakup pembekuan semua kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, dan tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.

Menurut Hans, kondisi ini memicu aksi ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar dalam jangka pendek. Ia berharap pasar saham dapat kembali pulih, meskipun arus keluar dana asing dan aksi jual saham diperkirakan masih akan berlanjut. Hans memprediksi pergerakan saham akan kembali ke fundamentalnya, sementara saham yang bergerak karena harapan masuk indeks MSCI akan terkoreksi terlebih dahulu.

Untuk jangka pendek, Hans memprediksi IHSG akan bergerak di kisaran support 8.187 hingga 8.000, dengan level resistance di kisaran 8.250 - 8.400.

Senada, Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menyatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli saat harga rendah (buy on weakness). Dampak keputusan MSCI juga menyebabkan investor asing melakukan aksi jual di pasar saham. Liza menambahkan bahwa investor asing sudah melakukan penjualan sejak beberapa waktu lalu dan telah menjadi net sell secara year to date.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG sempat anjlok 7,34 persen ke level 8.321. Berdasarkan data RTI Infokom, sepanjang sesi pertama perdagangan, sebanyak 764 saham melemah, 30 naik, dan 10 stagnan.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia membekukan sementara perdagangan (trading halt) di pasar modal.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260128152345-92-1322020/ihsg-anjlok-8-persen-saatnya-nyerok
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.