Ekonomi 10 Feb 2026 1 views

Istana Pastikan Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh Dibayar Pakai APBN

Istana telah memastikan bahwa pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Sekretaris Negara...

Istana Pastikan Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh Dibayar Pakai APBN
Istana telah memastikan bahwa pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan hal ini di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/2).

Meskipun sumber pendanaan telah dikonfirmasi berasal dari APBN, Prasetyo menjelaskan bahwa pembahasan teknis pelaksanaannya masih belum final. Proses ini masih dalam tahap negosiasi dan pembicaraan teknis lanjutan yang dipimpin oleh Rosan Roeslani, CEO Danantara.

Pernyataan Prasetyo ini muncul sebagai respons atas klaim Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin, yang sebelumnya menyebut bahwa masalah utang proyek kereta cepat telah mendapatkan solusi dan jaminan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, atau Whoosh, memiliki total investasi sekitar US$7,2 miliar, termasuk pembengkakan biaya (cost overrun) sekitar US$1,21 miliar dari rencana awal. Sekitar 75 persen pembiayaan proyek ini berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB), sementara sisanya adalah setoran modal dari para pemegang saham konsorsium.

Isu pembiayaan Whoosh kembali mencuat setelah Presiden Prabowo menyatakan kesiapan pemerintah untuk bertanggung jawab atas keberlanjutan proyek tersebut, termasuk kewajiban pembayaran sekitar Rp1,2 triliun per tahun. Prabowo melihat proyek kereta cepat memiliki manfaat publik yang besar, seperti pengurangan kemacetan, polusi, dan alih teknologi, sehingga tidak hanya dinilai dari aspek untung dan rugi.

Namun, sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyampaikan pandangan yang berbeda. Ia secara terbuka menyatakan keberatan jika APBN digunakan untuk membayar utang Whoosh. "Kalau saya, mending enggak bayar (utang Whoosh) saya. Cuma gini, itu kan ada kebijakan pimpinan di atas, Presiden dan lain-lain, diskusi," ujar Purbaya dalam media briefing.

Purbaya menegaskan bahwa hingga saat itu belum ada keputusan final mengenai pembagian peran antara pemerintah dan Danantara dalam restrukturisasi utang Whoosh. Ia menyebut pemerintah cenderung menangani aspek infrastruktur, sementara Danantara akan menanggung bagian operasional dan rolling stock. "Sepertinya ini belum putus juga," tambahnya.

Sejalan dengan itu, COO Danantara Dony Oskaria menyatakan bahwa Danantara dan pemerintah akan berbagi peran dalam proses restrukturisasi keuangan proyek kereta cepat, sesuai arahan Presiden. Pemerintah disebut akan menangani kewajiban yang terkait dengan infrastruktur, sementara Danantara akan fokus pada optimalisasi operasional layanan.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260210171822-532-1326731/istana-pastikan-utang-proyek-kereta-cepat-whoosh-dibayar-pakai-apbn
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.