Hashim usai IHSG Anjlok Parah: Beberapa Orang Diminta Mundur
Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan adanya arahan untuk meminta beberapa pejabat mundur dari jabatannya. Hal ini menyusul gejo...
Hashim menyatakan bahwa sorotan terhadap transparansi pasar modal Indonesia dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi salah satu alasan permintaan pengunduran diri tersebut. "Morgan Stanley, krisis pasar saham, dan saya tidak tahu apakah Anda mengikuti, tapi itu menjadi topik panas minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri. Dan ada alasan untuk itu, karena tidak ada transparansi," ungkap Hashim dalam acara ASEAN Climate Forum (ACF) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, pada Rabu (11/2).
Hashim menjelaskan bahwa sebelum gejolak pasar terjadi, MSCI telah mengirimkan empat surat kepada pemerintah Indonesia yang mempertanyakan transparansi dan kredibilitas pasar modal domestik. "Ternyata, Morgan Stanley telah mengirimkan empat surat kepada pemerintah Indonesia yang menanyakan semua hal ini," terangnya.
Tekanan di pasar saham sempat terjadi pada perdagangan Rabu (28/1), ketika IHSG melemah hingga 7,35 persen ke level 8.320. Pada hari yang sama, perdagangan saham bahkan sempat dihentikan sementara (*trading halt*) pada sesi II. Langkah *trading halt* kembali diambil BEI setelah IHSG melemah 8 persen pada sesi I perdagangan Kamis (29/1). Meskipun demikian, indeks berhasil menutup hari dengan penguatan terbatas, walau masih terkoreksi 1,06 persen ke level 8.232.
MSCI juga menetapkan sejumlah perubahan dalam indeks *review* saham Indonesia pada Februari. Kebijakan tersebut meliputi pembekuan seluruh kenaikan *Foreign Inclusion Factor* (FIF) dan *Number of Shares* (NOS), pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI *Investable Market Indexes* (IMI), serta pembekuan perpindahan naik antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari *Small Cap* ke *Standard*.
Dalam pengumumannya, MSCI menyatakan kebijakan itu dilakukan untuk mengurangi *index turnover* dan risiko kelayakan investasi (*investability*), sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar menghadirkan perbaikan transparansi. Jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia, termasuk kemungkinan penurunan bobot dalam Indeks Pasar *Emerging* MSCI untuk semua sekuritas Indonesia dan potensi reklasifikasi dari status *Emerging Market* menjadi *Frontier Market*.
Sebelumnya, empat pejabat penting sektor keuangan dan pasar modal Indonesia mengundurkan diri dalam satu hari pada Jumat (30/1). Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman lebih dulu mengumumkan pengunduran dirinya pada pagi hari setelah pasar dibuka. Ia menyatakan keputusan itu sebagai bentuk tanggung jawab pribadi atas kondisi pasar dalam dua hari sebelumnya. "Sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan ini. Saya berharap ini adalah yang terbaik bagi pasar modal Indonesia, dan semoga ke depan pasar kita bisa menjadi lebih baik," ujarnya. Ia menegaskan keputusan tersebut diambil secara sadar sebagai bentuk akuntabilitas kepemimpinan di tengah tekanan pasar.
Pada malam harinya, tiga pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyampaikan pengunduran diri, yakni Ketua OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Mirza Adityaswara, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi. Padahal, mereka sebelumnya masih memberikan keterangan pers pada sesi kedua perdagangan dan menyatakan kesiapan melakukan reformasi serta bertemu MSCI. OJK menegaskan pengunduran diri tersebut merupakan langkah tanggung jawab moral untuk mendukung pemulihan sektor. "OJK menegaskan bahwa proses pengunduran diri ini tidak mempengaruhi pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan OJK dalam mengatur, mengawasi, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan secara nasional," sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260212154129-92-1327537/hashim-usai-ihsg-anjlok-parah-beberapa-orang-diminta-mundur
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Purbaya Respons Isu Separuh Utang Whoosh Bakal Dibayar Pakai APBN
13 Feb 2026
Ekosistem Industri Tembakau, Ribuan Tenaga Kerja hingga Petani
13 Feb 2026
Bapanas Buka Suara soal Harga Gula Cabai Naik
13 Feb 2026
Moratorium CHT dan Tantangan Rokok Ilegal, Pengawasan Jadi Kunci
13 Feb 2026
Pengusaha RI Bakal Ikut Perundingan Tarif AS Pekan Depan
13 Feb 2026
Melihat Konsistensi Sampoerna untuk Lonjakkan Penerimaan Negara