Ekonomi 19 Feb 2026 6 views

KKP Pastikan MBG Bukan Pemicu Harga Ikan Naik Jelang Ramadan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan penyebab kenaikan harga ikan di pasaran menjelang Ramadan. Plt Direktur Jenderal...

KKP Pastikan MBG Bukan Pemicu Harga Ikan Naik Jelang Ramadan
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan penyebab kenaikan harga ikan di pasaran menjelang Ramadan. Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud, menjelaskan bahwa kenaikan harga lebih disebabkan oleh tingginya permintaan masyarakat.

Menurut Machmud, program MBG belum memengaruhi harga ikan, termasuk lele dan nila, karena pasokan untuk program tersebut sudah tersedia dan tidak mengganggu pasar. Ia menyampaikan hal ini di Kantor KKP, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/2).

Berdasarkan pemantauan KKP di beberapa pasar, termasuk Pasar Pabean Surabaya, Machmud menyebut kenaikan harga ikan menjelang Ramadan relatif kecil. Bahkan, beberapa jenis ikan seperti kembung, selar, dan layang justru mengalami penurunan harga akibat melimpahnya produksi dari Madura. Sementara itu, harga ikan budidaya seperti nila dan lele cenderung stabil di kisaran Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram dalam beberapa hari terakhir.

Machmud menjelaskan bahwa stabilitas harga sangat bergantung pada kelancaran produksi dan distribusi. Pedagang dan pembeli di pasar juga mengonfirmasi bahwa harga cenderung stabil jika pasokan mencukupi. Kenaikan harga hanya terjadi pada ikan yang tidak diproduksi secara massal atau memiliki stok terbatas, namun kenaikannya tidak signifikan.

Ia mencontohkan bahwa tingginya permintaan menjelang Ramadan menyebabkan penjualan di pasar meningkat signifikan dan stok cepat habis. Cumi, misalnya, terjual habis dalam waktu kurang dari 15 menit setelah tiba di pasar. Kakap merah dan cumi menjadi komoditas yang paling cepat terjual, menunjukkan peningkatan konsumsi ikan di masyarakat.

Terkait program MBG, Machmud menyatakan bahwa penggunaan ikan sebagai menu program tersebut belum berdampak signifikan pada pasar. Pasokan ikan untuk MBG didukung oleh kerja sama dengan hampir 100 pelaku usaha mikro kelautan dan perikanan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, terutama untuk ikan lele dan nila. Selain itu, KKP juga mengembangkan program budidaya tematik di sekitar 100 titik di Pulau Jawa untuk memperkuat pasokan.

Machmud menambahkan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan produksi ikan sebagai sumber protein nasional agar kebutuhan program MBG dan konsumsi masyarakat dapat terpenuhi. Ia berharap produksi ikan akan semakin banyak sehingga dapat memenuhi kebutuhan 82,9 juta penerima manfaat program MBG di masa depan.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260219131124-92-1329637/kkp-pastikan-mbg-bukan-pemicu-harga-ikan-naik-jelang-ramadan
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.