8 Poin Utama Kesepakatan Dagang RI-AS, Siapa Paling Untung?
Judul: 8 Poin Utama Kesepakatan Dagang RI-AS, Siapa Paling Untung? Daftar Isi 1. Tarif 0 persen 2. Penghapusan hambatan non-tarif 3. Akses pasar produk pertanian AS 4. Perdagangan...
Daftar Isi
1. Tarif 0 persen
2. Penghapusan hambatan non-tarif
3. Akses pasar produk pertanian AS
4. Perdagangan digital
5. RI Harus Masuk Forum Baja
6. Perkuat rantai pasok dan komoditas industri
7. Standar ketenagakerjaan
8. Komitmen impor dan investasi RI Rp556 triliun
Jakarta, Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menuntaskan kesepakatan dagang strategis melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART), yang diteken Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump, Kamis (19/2) waktu AS.Kesepakatan ini membuka akses pasar besar bagi kedua negara, mendukung ekspor, investasi, dan ketahanan rantai pasok.Berdasarkan dokumen Fact Sheet Gedung Putih berjudul Trump Administration Finalizes Trade Deal with Indonesia, ada delapan poin utama dalam kesepakatan dagang RI-AS, yakni:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tarif 0 persenIndonesia menghapus tarif pada lebih dari 99 persen produk asal Amerika, termasuk pertanian, kesehatan, makanan laut (seafood), otomotif, teknologi informasi dan komunikasi (ICT), dan kimia.Lihat Juga :RI-AS Resmi Teken Kesepakatan Dagang, Indonesia Kena Tarif 19 Persen
Sebaliknya, AS memberikan tarif 0 persen untuk sejumlah produk tekstil dan apparel Indonesia melalui mekanisme kuota atau tariff rate quota (TRQ).2. Penghapusan hambatan non-tarifIndonesia menanghapus berbagai hambatan non-tarif bagi produk asal AS, seperti persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), standar kendaraan dan emisi, sertifikasi dan label, serta isu hak kekayaan intelektual.3. Akses pasar produk pertanian ASProduk pertanian dan makanan dari AS, termasuk gandum, susu, dan daging, dibebaskan dari izin impor dan hambatan lainnya, serta mendapat perlakuan transparan serta adil terkait indikasi geografis.Lihat Juga :Freeport Tambah Investasi Rp337 T Usai Izin Tambang Diperpanjang RI4. Perdagangan digitalIndonesia berkomitmen menghapus tarif pada produk digital, mendukung moratorium permanen di WTO untuk bea elektronik, serta menjamin perlakuan setara bagi perusahaan layanan pembayaran elektronik asal AS.5. RI Harus Masuk Forum BajaIndonesia berkomitmen bergabung dengan Global Forum on Steel Excess Capacity, serta mengambil langkah untuk mengatasi kelebihan kapasitas global di sektor baja beserta dampaknya6. Perkuat rantai pasok dan komoditas industriKedua negara sepakat meningkatkan ketahanan rantai pasok, mencegah penghindaran bea, serta menghapus pembatasan ekspor Indonesia untuk semua komoditas industri, termasuk mineral kritis.7. Standar ketenagakerjaanIndonesia mengadopsi larangan impor barang yang menggunakan pekerja paksa dan mencabut ketentuan hukum yang membatasi hak berserikat serta hak tawar kolektif pekerja.
8. Komitmen impor dan investasi RI Rp556 triliunKesepakatan dagang RI-AS juga memuat komitmen investasi Indonesia senilai US$33 miliar atau sekitar Rp556,9 triliun (asumsi kurs Rp16.880 per dolar AS) di sektor pertanian, dirgantara, dan energi AS.Komitmen US$33 miliar itu meliputi impor migas dari AS senilai US$15 miliar (senilai Rp253,1 trilun) per tahun, pembelian pesawat komersial dan barang dari AS, termasuk dari Boeing, senilai US$13,5 miliar atau setara Rp227,8 triliun, serta pembelian produk pertanian AS senilai lebih dari US$4,5 miliar atau Rp75,9 triliun.Hari ini, Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump resmi menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik. AS mengenakan tarif sebesar 19 persen terhadap produk-produk asal Indonesia, meski ada beberapa barang dibebaskan tarifnya.Lihat Juga :Airlangga Sebut Tarif 0% AS Buat Tekstil RI Selamatkan 4 Juta PekerjaBerdasarkan keterangan di situs White House, dijelaskan dalam beberapa pekan mendatang AS dan Indonesia akan menjalankan prosedur domestik yang diperlukan agar perjanjian ini berlaku efektif."Amerika Serikat akan mempertahankan tarif timbal balik sebesar 19 persen untuk impor dari Indonesia, kecuali untuk produk tertentu yang ditetapkan dan akan menerima tarif timbal balik 0 persen," bunyi pengumuman itu.AS berkomitmen membentuk mekanisme yang memungkinkan sejumlah barang tekstil dan pakaian jadi dari Indonesia memperoleh tarif timbal balik 0 persen, dengan volume atau kuota tertentu yang akan ditetapkan."Kuota ini akan ditentukan berdasarkan jumlah ekspor tekstil yang diproduksi dari kapas Amerika dan bahan serat buatan asal Amerika Serikat," tulis pihak Gedung Putih.Sebelum kesepakatan ini, rata-rata tarif yang diterapkan Indonesia pada produk AS sebesar 8 persen, sementara rata-rata tarif yang diterapkan AS ke RI sebesar 3,3 persen.[Gambas:Video CNN] (lau/pta)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260220140149-92-1330038/8-poin-utama-kesepakatan-dagang-ri-as-siapa-paling-untung
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
10 Apr 2026
Insentif Motor Listrik Belum Cair? Ini Penjelasan Kemenperin
09 Apr 2026
Menhub Ungkap Prabowo Minta Garuda Gaet Saudia untuk Alasan Ini
09 Apr 2026
Pengusaha Soal Wacana Penghentian Restitusi Pajak: Perlu Dikaji Ulang
09 Apr 2026
Nasabah Bisa Manfaatkan Flexi Gold di Tengah Fluktuasi Harga Emas
09 Apr 2026
FOTO: Distribusi Pembagian Bantuan Pangan
09 Apr 2026
PLN Umumkan Listrik Jakarta Sudah 100 Persen Menyala