Alasan Menkes Yakin Kenaikan Iuran BPJS Tak Berdampak ke Warga Miskin
Judul: Alasan Menkes Yakin Kenaikan Iuran BPJS Tak Berdampak ke Warga Miskin Jakarta, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yakin kenaikan iuran BPJS Kesehatan tak akan b...
Jakarta, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yakin kenaikan iuran BPJS Kesehatan tak akan berpengaruh terhadap warga miskin.Budi menegaskan apabila iuran dikerek, masyarakat miskin yang termasuk Desil 1-5 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), tak akan terpengaruh.Pasalnya, iuran mereka ditanggung pemerintah dalam skema Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenaikan premi BPJS tidak ada pengaruhnya sama sekali kepada masyarakat miskin karena masyarakat miskin dibayari oleh pemerintah," ujar Budi di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (25/2).Lihat Juga :Arab Saudi Larang Impor Ayam dan Telur dari Indonesia Cs, Kenapa?
Budi menjelaskan konsep BPJS Kesehatan adalah orang yang kaya mensubsidi yang miskin. Sama seperti pajak, di mana orang kaya membayar pajak lebih banyak, tetapi dapat akses jalan raya sama seperti orang miskin.Ia menilai kenaikan iuran BPJS Kesehatan hanya berpengaruh kepada masyarakat menengah ke atas. Saat ini iuran BPJS kelas III sebesar Rp42 ribu per bulan, di mana peserta hanya membayar Rp35 ribu, sedangkan sisanya ditanggung negara."Yang memang bayarnya kan Rp42 ribu sebulan. Menengah ke atas kaya wartawan, Rp42 ribu sebulan harusnya bisa deh. Yah, yang laki-laki beli rokok kan lebih dari itu," ujar Budi.Lihat Juga :Apakah PPPK Dapat THR Lebaran?Menurutnya, saat ini BPJS Kesehatan menanggung defisit Rp20 triliun - Rp30 triliun. Pemerintah akan menambal defisit tersebut melalui APBN sebesar Rp20 triliun. Namun, Budi mengingatkan defisit masih akan terjadi setiap tahun."Nah, itu akan terasa dengan penundaan pembayaran ke rumah sakit-rumah sakit. Jadi rumah sakit-rumah sakit mengalami kesulitan untuk operasionalnya. Itu sebabnya harus ada perubahan yang struktural," ujarnya.Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Agung Nugroho mengatakan wacana penyesuaian iuran BPJS Kesehatan dapat meningkatkan peserta nonaktif."Jika iuran naik, banyak keluarga akan melakukan penyesuaian pengeluaran. Risiko yang muncul adalah meningkatnya tunggakan dan kepesertaan nonaktif. Pada akhirnya, mereka bisa kehilangan jaminan kesehatan saat justru paling dibutuhkan," ujarnya.
Kelompok miskin, katanya, relatif terlindungi oleh skema PBI JKN, sementara kelompok berpenghasilan tinggi cenderung mampu menyerap kenaikan biaya.Namun kelas menengah, khususnya pekerja sektor informal dan keluarga dengan pengeluaran tetap yang ketat, berada dalam posisi rentan.Karenanya, Agung menilai wacana itu harus dikaji secara komprehensif karena kebijakan tersebut berpotensi memperlemah daya jangkau sistem jaminan kesehatan nasional.[Gambas:Video CNN] (pta)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260226084306-92-1331904/alasan-menkes-yakin-kenaikan-iuran-bpjs-tak-berdampak-ke-warga-miskin
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
09 Apr 2026
Prabowo Mau RI Investasi Besar-besaran Olah Sawit-Jelantah Jadi Avtur
09 Apr 2026
TASPEN Raih Apresiasi Investor Strategis Surat Utang Negara Tahun 2025
09 Apr 2026
Tak Bisa Parsial, DSN Dorong Integrasi Lintas Sektor Ekonomi Syariah
09 Apr 2026
BI: Bank Syariah Lebih Bisa Bertahan dari 'Goyangan Luar'
09 Apr 2026
Kejar Transisi Energi, Prabowo akan Tutup 13 Pembangkit Listrik Diesel
09 Apr 2026
Momen Prabowo Resmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Listrik Pertama RI