Amran Pastikan Tetap Ekspor Beras 2.280 Ton Meski Selat Hormuz Ditutup
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia akan tetap mengekspor 2.280 ton beras ke Arab Saudi, meskipun Selat Hormuz dilaporkan ditutup menyusul meningkat...
Amran menegaskan bahwa sektor pertanian dan peternakan nasional tidak akan terpengaruh oleh situasi geopolitik tersebut. "Ekspor berasnya (ke Arab Saudi) tanggal 7 (Maret)," kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/3).
Ia juga menepis kekhawatiran mengenai adanya gangguan terhadap produksi dalam negeri akibat konflik di Timur Tengah. "(Peternakan dan pertanian Indonesia) tidak terganggu, aman-aman," ujarnya singkat.
Pemerintah akan melanjutkan rencana ekspor beras sebanyak 2.280 ton dalam beberapa hari ke depan, dengan harapan pengiriman berjalan lancar meskipun situasi geopolitik global tidak menentu. Menurut Amran, ketegangan internasional berpotensi mendorong kenaikan harga bahan baku. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengantisipasi dengan memastikan ketersediaan pangan dan protein dalam negeri tetap cukup agar kondisi nasional tetap aman. "Ini hampir pasti harga bahan baku bisa naik. Makanya kita antisipasi pangan kita cukup, protein kita cukup, Indonesia aman," jelasnya.
Ekspor beras 2.280 ton ini merupakan bagian dari kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sebelumnya menyebut pengiriman ini sebagai ekspor perdana beras RI ke Arab Saudi.
Pengiriman akan dilakukan dalam dua gelombang, masing-masing pada akhir Februari dan awal Maret 2026. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa total beras yang dikirim sesuai permintaan Kementerian Haji Arab Saudi adalah 2.280 ton, dan telah melalui koordinasi lintas kementerian serta prosedur ekspor yang berlaku.
Langkah ekspor ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan menutup Selat Hormuz setelah serangan Amerika Serikat bersama Israel ke Iran pada Sabtu (28/2). Media lokal Iran, Tasnim, menyebut penutupan dilakukan karena situasi dinilai tidak aman akibat agresi militer dan respons Iran. Selat Hormuz adalah jalur vital pengiriman minyak dan gas dunia, dan penutupannya berpotensi memicu lonjakan harga energi global serta berdampak pada biaya logistik dan harga bahan baku di berbagai negara.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260303163356-92-1333903/amran-pastikan-tetap-ekspor-beras-2280-ton-meski-selat-hormuz-ditutup
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
08 Apr 2026
Bahlil Pastikan Masa Krisis Energi RI Sudah Lewat
08 Apr 2026
Pemerintah Kucurkan Rp1,7 T Redam Dampak Kenaikan Avtur ke Biaya Haji
08 Apr 2026
Ara Buka-bukaan soal Rencana Bangun Rumah Rakyat di 10 Kota Baru
08 Apr 2026
Bahlil Sebut Harga Pertamax Cs Masih Dikaji, Bakal Naik?
08 Apr 2026
BI: Ruang Penurunan Suku Bunga Makin Tertutup Imbas Perang AS-Iran
08 Apr 2026
Dari Selat Hormuz, Yuan Tantang Dominasi Dolar di Pasar Global