Airlangga Sebut RI dan Perusahaan Inggris Ada "Proyek Spesial" Rp3,3T
Judul: Airlangga Sebut RI dan Perusahaan Inggris Ada "Proyek Spesial" Rp3,3T Jakarta, Pemerintah tengah menyiapkan "proyek spesial" bersama perusahaan teknologi asal Inggris, Arm...
Jakarta, Pemerintah tengah menyiapkan "proyek spesial" bersama perusahaan teknologi asal Inggris, Arm Limited, dengan nilai investasi sekitar US$200 juta atau Rp3,3 triliun (kurs Rp16.893 per dolar AS).Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan proyek tersebut masih dalam tahap negosiasi antara kedua pihak."Ada special project yang sedang dibahas antara Arm dan Indonesia. Kita masih dalam negosiasi. Ada (nilainya) kira-kira US$200 juta," kata Airlangga di Menara Batavia, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airlangga menjelaskan, kerja sama dengan Arm memiliki pendekatan berbeda dibandingkan investasi semikonduktor yang selama ini banyak dilakukan negara lain.Lihat Juga :RI Krisis Insinyur, Kebutuhan Tenaga Teknik Masih Kurang 45 Persen
Menurut dia, Arm lebih berfokus pada pengembangan desain semikonduktor, bukan pembangunan pabrik."Arm itu brain. Jadi kita selalu pisahkan antara software dan pabrik. Arm arahnya selalu ke software, ke arah desain," ujar Airlangga.Sementara itu, pembangunan fasilitas produksi atau pabrik chip biasanya dilakukan oleh perusahaan lain seperti TSMC atau Nvidia."Kalau pabrikan itu ya TSMC, NVIDIA, dan yang lain. Jadi itu pendekatan berbeda yang didekati oleh pemerintah," kata Airlangga.Proyek spesial ini sejatinya merupakan tindak lanjut dari kerja sama pertama antara Indonesia melalui Danantara dengan Arm. Oleh karena itu, prosesnya masih dalam negosiasi.Adapun kerja sama pertama antara Danantara dan Arm berupa pembangunan talenta semikonduktor sebanyak 15 ribu engineers yang diharapkan dapat menguasai teknologi chipset."Ditargetkan talenta yang dibangun adalah 15.000 engineers dalam waktu yang tidak terlalu lama," kata Airlangga.
Airlangga menjelaskan, Indonesia memilih strategi pengembangan sumber daya manusia terlebih dahulu dibandingkan langsung membangun industri manufaktur chip.Menurut dia, pembangunan pabrik semikonduktor membutuhkan investasi sangat besar dan masih bergantung pada teknologi dari luar negeri."Oleh karena itu jalan Indonesia berbeda, kita membuat jalan yang mengutamakan sumber daya manusianya dulu," katanya.Selain itu, pemerintah juga mendorong perguruan tinggi untuk menyiapkan kurikulum khusus terkait semikonduktor dan desain chip guna mendukung pengembangan ekosistem nasional.Airlangga menilai keberhasilan pengembangan industri semikonduktor sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri.[Gambas:Video CNN] (dhz/ins)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260305185443-92-1334783/airlangga-sebut-ri-dan-perusahaan-inggris-ada-proyek-spesial-rp33t
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
08 Apr 2026
Kepesertaan BPJS Kesehatan 58,32 Juta Orang Nonaktif
08 Apr 2026
Bank Mandiri Perkuat Pembangunan, Kredit Infrastruktur Tumbuh 30,8%
08 Apr 2026
Cadangan Devisa RI Susut ke US$148,2 M per Akhir Maret 2026
08 Apr 2026
Dipanggil DPR, Bos BI Siapkan Jurus Redam Tekanan Rupiah
08 Apr 2026
Tantangan UMKM RI Makin Berat di Tengah Ketidakpastian Global
08 Apr 2026
1 April, Ada 2 Permendag Terbaru Pangkas Hambatan dan Perizinan Ekspor