Masih Perlukah Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global?
Daftar Isi 1. Perbanyak Uang Tunai, Tapi Jangan Berlebihan 2. Investasi Tetap Perlu, Asal Lebih Selektif 3...
Daftar Isi
1. Perbanyak Uang Tunai, Tapi Jangan Berlebihan
2. Investasi Tetap Perlu, Asal Lebih Selektif
3. Pahami Profil Risiko Sebelum Melangkah
4. Ubah Komposisi Portofolio
5. Siapkan Dana Darurat Sebelum Investasi
6. Jangan Takut Pasar Turun, Anggap Diskon
7. Masuk Bertahap, Jangan Sekaligus
Jakarta, Ketidakpastian ekonomi global dan domestik belakangan membuat banyak orang memilih bersikap hati-hati.Sebagian bahkan mulai menarik diri dari investasi dan beralih menyimpan uang tunai.Tapi, benarkah langkah itu yang paling tepat? Berikut penjelasan dari perencana keuangan yang bisa dipertimbangkan.
1. Perbanyak Uang Tunai, Tapi Jangan BerlebihanPerencana keuangan Andi Nugroho menyebutkan dalam kondisi tidak menentu, likuiditas jadi hal utama."Cash is the king, alias alangkah lebih amannya bila kita memegang uang kita dalam bentuk cash," ujar Andi.
Namun, menyimpan seluruh dana dalam bentuk tunai juga bukan solusi jangka panjang karena nilainya bisa tergerus inflasi.EDUKASI KEUANGANApa Pilihan Terbaik saat Krisis: Investasi, Dana Darurat, atau Cash?2. Investasi Tetap Perlu, Asal Lebih SelektifMenurut Andi, di tengah gejolak pasar justru bisa membuka peluang baru. Artinya, investasi tetap bisa dilakukan, tapi harus lebih hati-hati dalam memilih instrumen."Akan selalu ada kesempatan di setiap kekacauan," ujar Andi.3. Pahami Profil Risiko Sebelum MelangkahAndi menyebutkan, apabila ingin tetap melakukan investasi, maka perlu memahami profil risiko masing-masing. Pasalnya, setiap orang punya toleransi risiko berbeda.Dari sini, investor bisa menentukan apakah cocok bermain aman atau tetap agresif."Yang penting banget itu tahu dulu profil risiko kita," ujar Andy.EDUKASI KEUANGANTips Jitu Kantong Tetap Aman usai Lebaran4. Ubah Komposisi PortofolioAndi mengatakan di masa seperti ini, strategi perlu disesuaikan. Investor agresif pun disarankan mulai menambah porsi instrumen rendah risiko.Sementara investor konservatif bisa fokus ke deposito, logam mulia, atau Surat Utang Negara."Perlu mengalokasikan juga di instrumen yang lebih rendah risikonya," jelas Andi.5. Siapkan Dana Darurat Sebelum InvestasiSementara, Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia Dandy mengatakan perlu memastikan dana darurat aman sebelum berinvestasi di tengah kondisi saat ini.Pasalnya, dana darurat kerap kali dianggap sepele, padahal sangat krusial. Sebab, dana darurat akan jadi penyelamat saat kondisi mendadak tanpa harus mencairkan investasi."Minimal sekitar 2-3 bulan pengeluaran," kata Dandy.
6. Jangan Takut Pasar Turun, Anggap DiskonSejalan dengan Andi, Dandy mengatakan di tengah kondisi market yang lagi turun sekarang, justru memberikan banyak peluang.Namun memang tetap perlu strategi agar tidak salah timing."Ibaratnya lagi diskon," ujar Dandy.7. Masuk Bertahap, Jangan SekaligusMeski banyak peluang hadir, Dandy menekankan di tengah ketidakpastian waktu terbaik masuk pasar untuk menanamkan investasi sulit ditebak, sehingga strategi menjadi kunci utama."Tapi masuknya jangan langsung besar di awal (lump sum), lebih baik dicicil pakai metode dollar cost averaging biar risikonya lebih terjaga, karena kita juga nggak tahu kapan titik terendahnya," pungkasnya.[Gambas:Youtube] (sfr/bac)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260410174301-83-1346641/masih-perlukah-investasi-di-tengah-ketidakpastian-ekonomi-global
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
11 Apr 2026
Hari Pertama WFH PNS, Penumpang LRT Jabodebek Turun 10 Persen
11 Apr 2026
Menteri PU Prioritaskan Anggaran Antisipasi Dampak 'Godzilla El Nino'
11 Apr 2026
Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Omzet Rp2,7 M
11 Apr 2026
Bappebti Perketat Pengawasan Emas Digital Demi Lindungi Konsumen
11 Apr 2026
Menhub Antisipasi Pariwisata Turun Imbas China Tutup Ruang Udara
11 Apr 2026
Freeport Indonesia dan Serikat Pekerja Sepakati PKB ke-24 Periode 2026