LPS Ungkap 5 Juta Penduduk RI Usia Produktif Belum Punya Rekening
Jakarta, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan masih ada 15 juta penduduk usia produktif di Indonesia yang belum memiliki rekening bank.Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito A...
Menurut dia, LPS bersama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan memperkuat program literasi dan inklusi keuangan agar semakin banyak masyarakat mengakses layanan perbankan.Lihat Juga :LPS Cabut Izin Usaha 7 BPR dan BPRS per April 2026
Dalam kesempatan sama, Anggito juga memastikan kondisi sektor perbankan nasional masih stabil. Ia menyebut pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) per Maret 2026 mencapai 13,57 persen, sedangkan kredit tumbuh 9,6 persen.Dari sisi penjaminan simpanan, LPS mencatat cakupan jumlah rekening yang dijamin tetap berada di atas 90 persen, baik untuk bank umum maupun BPR/BPRS. Sementara itu, porsi simpanan bank yang berada di atas tingkat bunga penjaminan tercatat sebesar 30 persen per Maret 2026.Anggito mengatakan LPS bersama anggota KSSK juga terus memperkuat keamanan siber di sektor keuangan, terutama bagi bank dan lembaga jasa keuangan kecil."Kami bersama dengan anggota KSSK memperkuat infrastruktur dan kapasitas teknologi informasi terutama di bank dan lembaga jasa keuangan kecil yang selama ini belum optimal dalam mengelola aspek keamanan cyber," ujarnya.
(dhz/ins)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260508100826-78-1356434/lps-ungkap-5-juta-penduduk-ri-usia-produktif-belum-punya-rekening
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
29 May 2026
Timur Tengah Memanas, Jepang Kucurkan Subsidi Energi Rp57 T
29 May 2026
Tekan Subsidi BBM Rp300 T, Kemenhub Perkuat Transportasi Massal
28 May 2026
Pertagas Sabet Tiga Penghargaan di Ajang Best Human Capital Award 2026
28 May 2026
Pupuk Indonesia Salurkan Hewan Kurban untuk 152 Ribu Penerima Manfaat
28 May 2026
Harga Meledak, Kambing Kurban di Gaza Capai Rp106 Juta per Ekor
28 May 2026
HUT ke-31, Telkomsel Tegaskan Semangat "Melayani Sepenuh Hati"