Minyakita di Timur Mahal Ongkir, Bulog Pakai Subsidi Silang dari Jawa
Jakarta, Perum Bulog mengungkap biaya distribusi minyak goreng Minyakita ke wilayah Indonesia timur masih jauh lebih mahal dibandingkan kawasan lain. Untuk menutup biaya tersebut,...
Febby mengatakan distribusi Minyakita yang dijalankan Bulog pada dasarnya tetap memiliki indikator komersial karena masuk skema B2B tanpa subsidi pemerintah. Namun, menurut dia, Bulog tidak semata-mata mengejar margin keuntungan dalam penyaluran minyak goreng tersebut.Lihat Juga :Pertamina Buka Suara soal Struk Harga Asli Pertalite
Menurut Febby, keuntungan distribusi di wilayah Jawa digunakan untuk membantu menutup ongkos distribusi ke daerah dengan biaya logistik tinggi seperti Papua."Yang di sebelah Jawa bisa kita tutupin untuk biaya distribusi di Papua," katanya. Ia menjelaskan Bulog memprioritaskan penyaluran Minyakita ke pasar-pasar yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Dalam pencatatan SP2KP, sejumlah wilayah masih tercatat merah meski kondisi di lapangan mulai membaik."Kadang satu tempat merah, memang kayak kelihatan itu HET merah semua. Padahal beberapa pasar tuh udah hijau," ujar Febby.Bulog juga membantah anggapan Minyakita langka di pasar. Febby mengatakan hingga bulan ini Bulog telah menyalurkan sekitar 110 juta liter Minyakita ke berbagai daerah di Indonesia."Kalau yang di Bulog masuk itu, kita sampai bulan ini sudah menyalurkan sekitar 110 juta liter seluruh Indonesia," katanya.Lihat Juga :Royalti Tambang Diusulkan Naik Mulai Juni 2026, Ini RinciannyaIa menjelaskan Minyakita merupakan bagian dari kewajiban domestic market obligation (DMO) produsen minyak goreng. Berdasarkan aturan, sebanyak 35 persen kuota DMO disalurkan kepada BUMN pangan, termasuk Bulog.Namun, Febby menegaskan Bulog bukan satu-satunya pihak yang menyalurkan MinyaKita karena sebagian besar distribusi tetap berada di tangan produsen."Dari 100 persen DMO, Bulog itu menyalurkan enggak nyampe 35 persen, karena 35 persen itu dibagi dua sama BUMN pangan yang lain," ujarnya.Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani juga memastikan stok Minyakita di pasar saat ini dalam kondisi aman. Ia merujuk pada peta sebaran Minyakita yang menurutnya sudah menunjukkan kondisi hijau di hampir seluruh wilayah."Minyakita kalau monitor cukup dengan peta sebaran Minyakita. Di situ sudah hijau semua sejak minggu lalu," ujar Rizal.Lihat Juga :Bulog Bakal Ajukan Proposal Demi ASN Dapat Tunjangan Beras LagiMenurut dia, Bulog telah menyalurkan kuota DMO yang diberikan pemerintah semaksimal mungkin ke pasar-pasar SP2KP dan pasar tradisional.Rizal menjelaskan Bulog memang tidak menyalurkan Minyakita ke seluruh jalur distribusi modern karena terbatas aturan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat."Bulog hanya boleh menyalurkan ke pasar SP2KP dan pasar-pasar tradisional kepada para pengecer yang punya NIB. Kalau tidak punya NIB kami tidak boleh menyerahkan," katanya.
(del/ins)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260511114810-92-1357376/minyakita-di-timur-mahal-ongkir-bulog-pakai-subsidi-silang-dari-jawa
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
29 May 2026
Tekan Subsidi BBM Rp300 T, Kemenhub Perkuat Transportasi Massal
28 May 2026
Pertagas Sabet Tiga Penghargaan di Ajang Best Human Capital Award 2026
28 May 2026
Pupuk Indonesia Salurkan Hewan Kurban untuk 152 Ribu Penerima Manfaat
28 May 2026
Harga Meledak, Kambing Kurban di Gaza Capai Rp106 Juta per Ekor
28 May 2026
HUT ke-31, Telkomsel Tegaskan Semangat "Melayani Sepenuh Hati"
28 May 2026
Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban di Momen Iduladha 2026