Beras Makin Mahal Gara-gara Lonjakan Harga Gabah dan Plastik
Jakarta, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan kenaikan harga beras dalam beberapa pekan terakhir dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari mahalnya harga gabah di tingkat...
"Ini memicu kenaikan harga pada tingkat eceran. Juga ditambah adanya indikasi akibat pengaruh biaya transportasi dan biaya kemasan plastik," lanjutnya.Lihat Juga :Purbaya soal Utang RI Nyaris Rp10 Ribu T: Harusnya Anda Muji Kita
Ia menjelaskan harga beras medium di zona 1 saat ini sebenarnya sudah berada di bawah HET. Namun, kondisi berbeda masih terjadi di zona 2 dan zona 3.Menurut data Kemendag, harga beras medium di zona 1 tercatat Rp13.400 per kg atau di bawah HET Rp13.500 per kg. Sementara itu, harga beras medium di zona 2 mencapai Rp14.500 per kg atau 3,38 persen di atas HET, sedangkan zona 3 mencapai Rp17.500 per kg atau 13,05 persen di atas HET.Tak hanya beras medium, harga beras premium juga disebut mengalami kenaikan dibandingkan bulan lalu, terutama di zona 1 dan zona 2.Kemendag mencatat harga beras premium di zona 1 mencapai Rp15 ribu per kg atau 0,38 persen di atas HET. Kemudian di zona 2 mencapai Rp16.300 per kg atau 5,59 persen di atas HET, sedangkan di zona 3 menyentuh Rp20 ribu per kg atau 26,49 persen di atas HET.Lihat Juga :Pertamina Buka Suara soal Struk Harga Asli PertaliteNawandaru mengatakan kenaikan harga beras perlu diwaspadai karena komoditas tersebut ikut menyumbang inflasi pada April 2026."Perlu diwaspadai dengan kenaikan harga beras ini, perlu adanya penguatan instrumen. Yang saat ini ada adalah SPHP beras karena mempertimbangkan beras merupakan penyumbang inflasi April secara month to month mencapai 0,02 persen dan secara year on year 0,18 persen," ujarnya.Ia mengatakan pemerintah sebenarnya memiliki instrumen stabilisasi harga melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras. Karena itu, Kemendag meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog agar distribusi SPHP lebih merata.
"Perlu kami laporkan, sebenarnya ada instrumen untuk stabilisasi beras melalui SPHP beras. Kami harapkan untuk wilayah kabupaten kota yang tadi disampaikan ini perlu juga minta bantuan Bulog untuk men-deliver secara merata," kata Nawandaru.Menurut dia, penyaluran SPHP juga perlu dioptimalkan langsung ke pedagang di pasar rakyat agar harga beras lebih terkendali di tingkat konsumen."Untuk SPHP beras bisa dioptimalkan ke pengecer di pasar rakyat. Karena komoditas ini sama bisa disalurkan kepada pedagang di pasar rakyat," ujarnya. (del/sfr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260511151419-92-1357510/beras-makin-mahal-gara-gara-lonjakan-harga-gabah-dan-plastik
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
29 May 2026
Tekan Subsidi BBM Rp300 T, Kemenhub Perkuat Transportasi Massal
28 May 2026
Pertagas Sabet Tiga Penghargaan di Ajang Best Human Capital Award 2026
28 May 2026
Pupuk Indonesia Salurkan Hewan Kurban untuk 152 Ribu Penerima Manfaat
28 May 2026
Harga Meledak, Kambing Kurban di Gaza Capai Rp106 Juta per Ekor
28 May 2026
HUT ke-31, Telkomsel Tegaskan Semangat "Melayani Sepenuh Hati"
28 May 2026
Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban di Momen Iduladha 2026