BI Buka Suara soal Rupiah Ambruk hingga Rp17.500 per Dolar AS
Jakarta, Bank Indonesia (BI) buka suara soal pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengung...
Sementara itu, bila merujuk faktor pelemahan dari domestik, Destry mengatakan rupiah lesu karena meningkatnya kebutuhan dolar AS secara musiman, salah satunya untuk pembayaran Utang Luar Negeri (ULN).Lihat Juga :Rupiah Kian Ambruk ke Rp17.529 Imbas Harga Minyak dan Sentimen MSCI
Selain itu, pembayaran dividen serta kebutuhan untuk ibadah haji juga mendorong peningkatan permintaan dolar AS di pasar domestik.Ia mengatakan BI berkomitmen selalu berada di pasar dengan melakukan intervensi terarah, baik di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun Non-Deliverable Forward (NDF).Destry mengatakan bank sentral juga mengoptimalkan penggunaan semua instrumen operasi moneter, sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada Rupiah.Saat ini, ia menyebut BI juga melihat kepercayaan investor asing di aset portfolio terus membaik, yang tercermin dari inflows khususnya ke pasar SBN dan SRBI selama April sebesar Rp61,6 triliun.Lihat Juga :Purbaya Turun Gunung Bantu BI Atasi Rupiah Jebol ke Rp17.500 BesokIa mengatakan ketersediaan likuiditas valas di pasar domestik juga cukup tinggi dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) valas di akhir Maret mencapai 10,9 persen year-to-date (ytd)."BI memperkirakan tekanan yang bersifat musiman ini akan mereda, sehingga nilai tukar Rupiah bisa kembali ke level fundamentalnya," ujar Destry.Rupiah berada di level Rp17.529 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5) sore. Mata uang Garuda melemah 115 poin atau 0,66 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang kompak berada di zona merah terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,57 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,25 persen.
Selanjutnya ada dolar Singapura turun 0,35 persen, yen Jepang melemah 0,27 persen, won Korea Selatan anjlok 1,18 persen, serta dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.Sementara itu, yuan China menjadi satu-satunya mata uang Asia yang menguat setelah naik 0,02 persen terhadap dolar AS.Mata uang utama negara maju juga mayoritas melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,31 persen, poundsterling Inggris melemah 0,71 persen, dolar Australia terkoreksi 0,44 persen, dolar Kanada turun 0,20 persen, serta franc Swiss melemah 0,32 persen. (dhz/sfr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260512193034-78-1357977/bi-buka-suara-soal-rupiah-ambruk-hingga-rp17500-per-dolar-as
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Pupuk Indonesia Salurkan Hewan Kurban untuk 152 Ribu Penerima Manfaat
28 May 2026
Harga Meledak, Kambing Kurban di Gaza Capai Rp106 Juta per Ekor
28 May 2026
HUT ke-31, Telkomsel Tegaskan Semangat "Melayani Sepenuh Hati"
28 May 2026
Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban di Momen Iduladha 2026
28 May 2026
Dari Sumatra ke Nusa Tenggara, BNI Salurkan 1.200 Kurban Iduladha 2026
28 May 2026
Pimpinan Bank Mandiri Hadiri Nobar Film 'Semua Akan Baik-baik Saja'