OJK Wanti-wanti Tekanan Saham Jangka Pendek Usai Rebalancing MSCI
Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan pasar bakal menghadapi tekanan jangka pendek berupa penurunan harga saham setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International...
"Istilah short term pain gitu ya bahwa kita akan harus menghadapi katakanlah tingkat penurunan di jangka pendek ini tentu menjadi konsekuensi yang sudah kita perhitungkan dan perkirakan sejak awal," sambungnya.Lihat Juga :Daftar 54 Saham RI yang Masih Bertahan di MSCI Usai Rebalancing
Walau demikian, Hasan berharap hasil rebalancing MSCI kali ini bisa menjadi titik awal pembentukan fondasi baru pasar modal Indonesia."Dengan harapan momentum pengumuman dan penyesuaian indeks kali ini, ini kita harapkan akan membentuk baseline baru," ujar Hasan. Ia mengatakan reformasi transparansi pasar yang dilakukan regulator ditujukan untuk meningkatkan kualitas saham-saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI)."Jadi basis baru di mana tingkat starting point kita untuk kemudian ke depan akan semakin menghadirkan kualitas saham-saham tercatat di bursa dan tentu semakin banyak kita harapkan nanti saham-saham tersebut kita dorong untuk menjadi pilihan investasi para investor," ujar Hasan.Dalam pengumuman ini, MSCI juga mengeluarkan 18 saham Indonesia dari indeks mereka. OJK pun telah memetakan sejumlah saham yang dinilai berpotensi masuk kembali ke indeks global pada evaluasi berikutnya."Ke depan kami akan mengawal beberapa saham yang terbukti berpotensi sebetulnya untuk juga pada kesempatan berikutnya masuk menjadi bagian anggota indeks dari indeks global," katanya.Lihat Juga :BI Bongkar Penyebab Dolar AS Makin Laku Keras Saat Rupiah RontokIa menyebut regulator telah memetakan sejumlah saham yang berpeluang masuk ke indeks small cap maupun standard index MSCI.Ada pula saham yang disebut sebenarnya memenuhi syarat masuk indeks global, tetapi masih tertunda akibat kebijakan pembekuan penambahan saham Indonesia oleh MSCI."Tidak semuanya keluar karena turun, tapi justru karena naik. Hanya karena untuk sementara waktu kebijakan mereka sedang ada freeze atau pembekuan tidak adanya in ke kelompok indeks Indonesia, maka saham-saham itu tertunda masuk," ujar Hasan.Hasan memastikan OJK akan terus mendorong emiten meningkatkan transparansi agar lebih banyak saham Indonesia masuk indeks global.Lihat Juga :Purbaya Beri Tenggat 6 Bulan WNI Bawa Pulang Harta di Luar Negeri"Sekarang kita betul-betul menghadirkan transparansi, tapi tidak luput memperhatikan potensi menambah banyaknya saham-saham berpotensi kita untuk masuk lebih banyak lagi di indeks-indeks terbaik tersebut," pungkasnya.IHSG dibuka melemah ke level 6.753 pada pembukaan perdagangan Rabu pagi (13/5) setelah pengumuman MSCI ini. Mengutip RTI Infokom per 09.01 WIB, indeks saham melemah 104,9 poin atau minus 1,53 persen dari perdagangan sebelumnya.Investor melakukan transaksi sebesar Rp672 miliar dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 1,16 miliar saham. Pada pembukaan kali ini, 116 saham menguat, 317 terkoreksi, dan 200 stagnan.
(dhz/ins)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260513143553-92-1358265/ojk-wanti-wanti-tekanan-saham-jangka-pendek-usai-rebalancing-msci
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Pupuk Indonesia Salurkan Hewan Kurban untuk 152 Ribu Penerima Manfaat
28 May 2026
Harga Meledak, Kambing Kurban di Gaza Capai Rp106 Juta per Ekor
28 May 2026
HUT ke-31, Telkomsel Tegaskan Semangat "Melayani Sepenuh Hati"
28 May 2026
Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban di Momen Iduladha 2026
28 May 2026
Dari Sumatra ke Nusa Tenggara, BNI Salurkan 1.200 Kurban Iduladha 2026
28 May 2026
Pimpinan Bank Mandiri Hadiri Nobar Film 'Semua Akan Baik-baik Saja'