Lonjakan Avtur, Pakar Sebut Harga Tiket Pesawat Bisa Naik 35 Persen
Jakarta, Pengamat penerbangan Alvin Lie memperkirakan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi bisa naik sekitar 35 persen dibandingkan sebelum perang Iran menyusul kenaikan harg...
Ia menjelaskan kebijakan tersebut diterbitkan untuk mempercepat penyesuaian tarif terhadap fluktuasi harga avtur yang dinilai sangat dinamis dalam beberapa waktu terakhir.Lihat Juga :Avtur Mahal, Biaya Tambahan Tiket Pesawat Kini Bisa Naik 50 Persen
Menurut Alvin, aturan baru itu membuat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) tidak perlu lagi menerbitkan keputusan menteri baru setiap kali terjadi perubahan harga avtur. Pemerintah cukup menerbitkan surat edaran untuk menetapkan level fuel surcharge yang berlaku pada periode tertentu."Ini diperlukan karena harga avtur sangat dinamis dan airlines perlu kejelasan cepat agar dapat menyesuaikan dengan kenaikan beban biaya," ujarnya.Meski demikian, Alvin menegaskan maskapai tidak bisa sembarangan menentukan besaran fuel surcharge."Bukan berarti airlines bisa sesukanya memilih level fuel surcharge. DJPU yang menetapkan fuel surcharge level mana yang diberlakukan," katanya.Ia mengatakan kebijakan tersebut juga memungkinkan harga tiket turun lebih cepat ketika harga avtur kembali turun.Di sisi lain, Alvin menyebut kondisi industri penerbangan saat ini cukup berat. Maskapai harus menghadapi lonjakan harga bahan bakar di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan turunnya minat bepergian menggunakan pesawat."Kondisi saat ini sangat pelik bagi airlines. Mereka harus menaikkan harga tiket karena harga avtur melonjak. Namun mereka juga kehilangan pelanggan yang menangguhkan atau bahkan membatalkan penerbangan," ujarnya.Lihat Juga :Bulan Depan, Thailand Naikkan Pajak Bandara 50 Persen buat Turis AsingMenurutnya, sejumlah maskapai bahkan mulai melakukan efisiensi dengan mengurangi petugas layanan darat hingga frekuensi penerbangan demi menekan biaya operasional.Alvin mengatakan kenaikan harga avtur tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami banyak negara lain akibat lonjakan harga minyak dunia.Ia menyebut harga avtur saat ini sudah naik sekitar 100 persen dibandingkan sebelum perang Iran pecah. Dalam kondisi normal, biaya bahan bakar menyumbang sekitar 35-40 persen dari total biaya operasional pesawat."Kenaikan harga tiket dalam bentuk fuel surcharge juga diberlakukan di semua negara. Tidak hanya Indonesia. Di beberapa negara seperti Jepang dan Vietnam bahkan jauh lebih tinggi," katanya.Sebelumnya, Kemenhub membuka ruang kenaikan fuel surcharge hingga 50 persen dari tarif batas atas untuk penerbangan domestik kelas ekonomi menyusul rata-rata harga avtur yang mencapai Rp29.116 per liter per 1 Mei 2026.Kebijakan itu mulai dapat diterapkan maskapai sejak 13 Mei 2026. Namun, pemerintah menegaskan fuel surcharge bukan tarif dasar tiket, melainkan biaya tambahan akibat fluktuasi harga bahan bakar penerbangan. (del/mik)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260515124802-92-1358819/lonjakan-avtur-pakar-sebut-harga-tiket-pesawat-bisa-naik-35-persen
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Pupuk Indonesia Salurkan Hewan Kurban untuk 152 Ribu Penerima Manfaat
28 May 2026
Harga Meledak, Kambing Kurban di Gaza Capai Rp106 Juta per Ekor
28 May 2026
HUT ke-31, Telkomsel Tegaskan Semangat "Melayani Sepenuh Hati"
28 May 2026
Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban di Momen Iduladha 2026
28 May 2026
Dari Sumatra ke Nusa Tenggara, BNI Salurkan 1.200 Kurban Iduladha 2026
28 May 2026
Pimpinan Bank Mandiri Hadiri Nobar Film 'Semua Akan Baik-baik Saja'