DPR Tuding Rupiah Sengaja Dibiarkan Keok, Bos BI Bersuara
Jakarta, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mempertanyakan tingginya penerimaan Bank Indonesia (BI) di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.Dalam rap...
Ia menilai lonjakan penerimaan tersebut terjadi saat rupiah melemah.Lihat Juga :DPR Sindir Bos BI soal Rupiah Ambrol: Kalau Rp17.845 Indonesia Merdeka
Misbakhun kemudian mempertanyakan apakah pelemahan rupiah sengaja dibiarkan demi meningkatkan penerimaan BI.Berdasarkan data BI, penerimaan anggaran operasional paling banyak berasal dari pos Hasil Pengelolaan Aset Valas (HPAV) sebesar Rp66,65 triliun atau 99,77 persen dari total penerimaan.Realisasi penerimaan HPAV bersumber dari pendapatan bunga atau kupon surat berharga, bunga deposito, dan giro.Kemudian, penerimaan kegiatan kelembagaan sebesar Rp11,69 miliar dan penerimaan administrasi Rp138,41 miliar.Lihat Juga :Turis Malaysia Boikot RM Pagi Sore Usai Dituduh Tak Bayar Rp900 Ribu"Apakah rupiah ini dibiarkan melemah supaya penerimaannya BI besar? Ini kinerja 2025," ujar Misbakhun.Tingginya penerimaan dari HPAV ini tidak bersamaan dengan pencapaian target penguatan nilai tukar rupiah. Pada 2025, asumsi makro untuk rupiah sebesar Rp16 ribu, tetapi realisasinya Rp16.865 per dolar AS.Menanggapi hal tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bank sentral tidak mengejar keuntungan dari pelemahan rupiah. Ia menegaskan surplus penerimaan BI nantinya juga dikembalikan kepada negara."Kalau penerimaan tadi, jangan kami dinilai karena ingin kami menaikkan. Pajak kami bayar, surplus kami kembalikan, jadi penerimaan itu juga kembali kepada negara," ujar Perry.
Selain itu, Perry juga memastikan setiap kebijakan yang diambil oleh bank sentral mempertimbangkan dampaknya secara nasional."Kami pertimbangkan bagaimana benefit and cost secara nasional," jelasnya.Kurs rupiah berada di level Rp17.668 per dolar AS pada perdagangan Senin (18/5) sore. Mata uang Garuda melemah 71 poin atau 0,40 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. (dhz/sfr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260519030801-78-1359800/dpr-tuding-rupiah-sengaja-dibiarkan-keok-bos-bi-bersuara
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Dari Sumatra ke Nusa Tenggara, BNI Salurkan 1.200 Kurban Iduladha 2026
28 May 2026
Pimpinan Bank Mandiri Hadiri Nobar Film 'Semua Akan Baik-baik Saja'
28 May 2026
Harga Minyak Naik Setelah AS Kembali Serang Iran
28 May 2026
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS
28 May 2026
Harga Emas Antam Turun Rp31.000 Jadi Rp2,754 Juta/gram
28 May 2026
Syarat Warga Jakarta Dapat Pembebasan PBB-P2 2026 hingga 100 Persen