Krisis Minyak Eropa Mengancam Sepanjang Mei Imbas Perang Timur Tengah
Jakarta, Wakil Ketua Eksekutif Abaxx Commodity Exchange Jeff Currie memprediksi Eropa bakal dihantam krisis minyak pada akhir bulan ini imbas perang di Timur Tengah yang terus berl...
Ia menilai tekanan terhadap pasar minyak akan semakin besar seiring menipisnya cadangan global. Currie menyebut harga minyak berpotensi melonjak tajam ketika pasokan benar-benar mengalami gangguan serius.Lihat Juga :Turis Malaysia Dikecam Warganet Jepang Usai Rusak Hutan Bambu Kyoto
"Begitu kekurangan terjadi, harga akan bergerak non-linear," katanya.Currie menjelaskan pasar minyak saat ini sedang memasuki periode shoulder months atau masa transisi permintaan yang biasanya menjadi fase terlemah dalam siklus tahunan komoditas energi. Namun, kondisi tersebut diperkirakan berubah drastis menjelang musim liburan di Amerika Serikat dan Inggris. Permintaan diesel, bensin, dan minyak diproyeksi melonjak saat libur Memorial Day di AS dan libur musim semi di Inggris dimulai. Kondisi itu diperkirakan akan mempercepat tekanan terhadap pasokan energi global."Di situlah nanti dampaknya mulai terasa," imbuh Currie.Harga minyak sendiri kembali melonjak pada awal pekan ini setelah International Energy Agency (IEA) memperingatkan stok minyak global menyusut dengan cepat. Kekhawatiran pasar meningkat akibat terganggunya distribusi energi dari Timur Tengah.Lihat Juga :Dasco dan Bos Danantara Sidak BEI saat IHSG Lemah, Ini HasilnyaAnalis Societe Generale yang dipimpin Mike Haigh menyebut pasar minyak saat ini hanya terlihat stabil di permukaan. Menurut mereka, sistem pasokan global sebenarnya sedang berada dalam tekanan berat."Pasar minyak saat ini beroperasi di bawah lapisan stabilitas semu, tetapi sistem dasarnya masih berada dalam tekanan akut," tulis analis Societe Generale dalam catatannya.
(ldy/ins)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260519155226-85-1360049/krisis-minyak-eropa-mengancam-sepanjang-mei-imbas-perang-timur-tengah
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Dari Sumatra ke Nusa Tenggara, BNI Salurkan 1.200 Kurban Iduladha 2026
28 May 2026
Pimpinan Bank Mandiri Hadiri Nobar Film 'Semua Akan Baik-baik Saja'
28 May 2026
Harga Minyak Naik Setelah AS Kembali Serang Iran
28 May 2026
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS
28 May 2026
Harga Emas Antam Turun Rp31.000 Jadi Rp2,754 Juta/gram
28 May 2026
Syarat Warga Jakarta Dapat Pembebasan PBB-P2 2026 hingga 100 Persen