Amran Temukan Dugaan Selisih Rp3,3 M Proyek Hilirisasi di 5 Daerah
Jakarta, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan dugaan perbedaan data proyek hilirisasi pertanian berkisar Rp3,3 miliar di lima daerah.Temuan itu muncul s...
"Saat ini ditemukan data yang berbeda, jumlah surat perintahnya berbeda dengan realisasi lapangan. Nilainya kurang lebih Rp3,3 miliar," kata Amran dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Selasa (19/5).Lihat Juga :Turis Malaysia Boikot RM Pagi Sore Usai Dituduh Tak Bayar Rp900 Ribu
Ia menyebut dugaan selisih tersebut ditemukan di Kabupaten Lebak, Manado, Cianjur, Gorontalo, dan Indragiri Hilir.Menurut Amran, temuan itu masih bersifat dugaan awal dan kini sedang diperiksa lebih lanjut oleh inspektorat jenderal Kementerian Pertanian bersama aparat penegak hukum. "Kami minta itu diperiksa langsung, ditindaklanjuti. Kalau itu pidana, kami minta tidak pandang bulu siapa pun mereka itu harus dihukum dan uang negara harus dikembalikan," ujarnya.Amran menjelaskan dugaan masalah terjadi pada proyek pembibitan untuk sejumlah komoditas seperti kelapa, kakao, dan kopi. Ia mengatakan pihaknya menemukan jumlah bibit di lapangan tidak sesuai dengan dokumen administrasi."Pembibitan kami cek, jumlah tanamannya enggak cukup. Setelah kami cek tiga wilayah, terakhir di Manado, saya perintahkan Irjen turun cek satu per satu seluruh Indonesia," kata Amran.Ia menambahkan proyek tersebut berasal dari anggaran tahun lalu dan saat ini tanaman mulai tumbuh di lapangan. Karena itu, pemerintah masih membuka ruang bagi pihak terkait untuk mengganti bibit apabila ditemukan kekurangan sebelum berujung pada kerugian negara.Lihat Juga :Dasco dan Bos Danantara Sidak BEI saat IHSG Lemah, Ini Hasilnya"Ini potensi kerugian. Kalau digantikan, enggak jadi kerugian. Kalau dia mau lanjut ya pidana," ujarnya.Amran mengatakan pihaknya telah meminta Satgas Pangan Polri dan kepolisian ikut memantau proyek tersebut. Ia mengaku sudah menghubungi Kabareskrim Polri agar dugaan penyimpangan itu segera ditindaklanjuti.Menurut dia, proyek hilirisasi dan pembibitan tidak boleh dipermainkan karena menyangkut kepentingan petani dalam jangka panjang. Ia khawatir bibit yang bermasalah akan berdampak langsung pada hasil panen petani di masa mendatang.Lihat Juga :Driver Gojek Bakal Terima 92 Persen dari Tarif Ojol, Potongan 8 Persen"Kalau bibit yang bermasalah, ini tanaman jangka panjang. Kalau ini bermasalah, kasihan petaninya. Sudah tanam, walaupun gratis, tetapi hasilnya tidak baik," katanya.Meski menemukan dugaan selisih miliaran rupiah, Amran menilai nilainya masih relatif kecil dibanding total anggaran program peremajaan dan hilirisasi pertanian yang mencapai Rp9,9 triliun."Sekecil itu pun harus dipertanggungjawabkan karena itu uang rakyat," ujar Amran.
(del/ins)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260519184424-92-1360110/amran-temukan-dugaan-selisih-rp33-m-proyek-hilirisasi-di-5-daerah
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Pimpinan Bank Mandiri Hadiri Nobar Film 'Semua Akan Baik-baik Saja'
28 May 2026
Harga Minyak Naik Setelah AS Kembali Serang Iran
28 May 2026
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS
28 May 2026
Harga Emas Antam Turun Rp31.000 Jadi Rp2,754 Juta/gram
28 May 2026
Syarat Warga Jakarta Dapat Pembebasan PBB-P2 2026 hingga 100 Persen
28 May 2026
Purbaya Sebut Dolar Rp17.800 Tak Masuk Akal: Saya Stres