DPR soal Prabowo Presiden Pertama Bacakan Kerangka RAPBN: Tradisi Baru
Jakarta, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengungkap langkah Presiden Prabowo Subianto membacakan langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPK...
Ia menjelaskan KEM-PPKF memuat sejumlah asumsi makro ekonomi dalam bentuk rentang, mulai dari target pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah, Indonesian Crude Price (ICP), hingga lifting minyak dan gas.Lihat Juga :Prabowo Intruksikan Anggaran MBG Dipangkas Jadi Rp268 T
Selain itu, dokumen tersebut juga akan memuat pagu indikatif kementerian dan lembaga sebagai kerangka awal RAPBN 2027."Ini adalah sebuah tradisi baru. Orang ingin memperhatikan dengan serius apa yang akan menjadi concern Bapak Presiden di dalam KEM-PPKF ini. Tentunya masyarakat akan menunggu dan ini akan menjadi sebuah tradisi baru dalam ketatanegaraan," ujar Misbakhun.Misbakhun juga menepis anggapan langkah Prabowo membacakan langsung KEM-PPKF berkaitan dengan pelemahan rupiah maupun tekanan di pasar saham. Ia menilai keputusan ini lebih mencerminkan keinginan Prabowo agar APBN sejak awal menjadi instrumen kebijakan yang disampaikan langsung kepada publik oleh kepala negara."Menurut saya jangan ditarik soal situasi indeks harga saham gabungan dan pelemahan rupiah itu dalam urusan ke KEM-PPKF. Nilai tukar itu hanya salah satu aspek di dalam kerangka ekonomi makro kita. Di dalam asumsi makro ekonomi kita itu ada banyak parameter," pungkasnya. (dhz/pta)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260520100001-532-1360264/dpr-soal-prabowo-presiden-pertama-bacakan-kerangka-rapbn-tradisi-baru
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Pimpinan Bank Mandiri Hadiri Nobar Film 'Semua Akan Baik-baik Saja'
28 May 2026
Harga Minyak Naik Setelah AS Kembali Serang Iran
28 May 2026
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS
28 May 2026
Harga Emas Antam Turun Rp31.000 Jadi Rp2,754 Juta/gram
28 May 2026
Syarat Warga Jakarta Dapat Pembebasan PBB-P2 2026 hingga 100 Persen
28 May 2026
Purbaya Sebut Dolar Rp17.800 Tak Masuk Akal: Saya Stres