Purbaya Curhat Disemprot Satu Pengusaha: Katanya Komunikasi Saya Jelek
Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku pernah disemprot pengusaha Peter Gontha karena dinilai gaya komunikasi publiknya buruk dalam menyampaikan kondisi fiskal Indo...
Menurutnya, Peter Gontha terlihat terkejut setelah mendengar penjelasan tersebut. Purbaya mengatakan Peter Gontha mengaku belum pernah mendengar penjelasan seperti itu sebelumnya di ruang publik.Lihat Juga :BREAKING NEWSPrabowo Wajibkan Ekspor Sawit - Batu Bara Hanya Dilakukan oleh BUMN
"Katanya, Pak, saya belum pernah dengar hal yang seperti ini di luar. Jadi, kamu komunikasi jelek banget," cerita Purbaya menirukan ucapan Peter Gontha.Purbaya pun mengaku dikritik karena dinilai tidak mampu menyampaikan strategi fiskal pemerintah secara baik kepada publik."Saya dibilang sama Peter Gonta bodoh melakukan komunikasi, kenapa lu enggak bisa ngomong ini keluar?. Perasaan udah berkali-kali ngomong," ujarnya.Curhat soal disemprot Peter Gontha bermula saat Purbaya ditanya awak media mengenai pesan yang ingin ia sampaikan kepada investor maupun ekonom yang menilai kebijakan fiskal terlalu ugal-ugalan hingga membebani sektor moneter.Menanggapi hal itu, Purbaya mengatakan dirinya sebenarnya sudah menjelaskan kondisi fiskal Indonesia sepanjang konferensi pers berlangsung. Ia pun teringat kritik pengusaha tersebut soal gaya komunikasinya yang buruk. (dhz/pta)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260520133312-532-1360373/purbaya-curhat-disemprot-satu-pengusaha-katanya-komunikasi-saya-jelek
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS
28 May 2026
Harga Emas Antam Turun Rp31.000 Jadi Rp2,754 Juta/gram
28 May 2026
Syarat Warga Jakarta Dapat Pembebasan PBB-P2 2026 hingga 100 Persen
28 May 2026
Purbaya Sebut Dolar Rp17.800 Tak Masuk Akal: Saya Stres
28 May 2026
Purbaya Sebut Dolar Rp17.800 Tak Masuk Akal, Berkelakar Stres
28 May 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas ke Hongkong Senilai Rp45 M