BI Waspada Ekonomi Global Melambat, Inflasi Dunia Naik ke 4,3 Persen
Jakarta, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperingatkan prospek ekonomi global 2026 diperkirakan melambat di tengah konflik berkepanjangan di Timur Tengah.Perry mengatak...
Menurut Perry, konflik di Timur Tengah telah mengganggu rantai pasok perdagangan global dan mendorong kenaikan harga berbagai komoditas dunia, terutama minyak mentah.Lihat Juga :Siapa Calon Pimpinan BUMN Eksportir Tunggal SDA? Ini Jawaban Danantara
Ia menjelaskan kondisi tersebut membuat sejumlah bank sentral global mengambil kebijakan moneter lebih ketat. Bahkan, bank sentral Amerika Serikat (AS) diperkirakan belum akan memangkas suku bunga acuannya hingga akhir 2026."Suku bunga kebijakan moneter AS, Fed Funds Rate (FFR), diperkirakan tidak akan turun hingga akhir 2026 dan terdapat kemungkinan akan naik pada 2027 dengan inflasi AS yang masih tinggi," ujarnya.Perry juga menyoroti kenaikan imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS atau US Treasury. Tercatat, yield US Treasury tenor 10 tahun naik menjadi 4,66 persen, sedangkan tenor dua tahun mencapai 4,11 persen per 19 Mei 2026.Menurutnya, kenaikan yield tersebut dipicu membesarnya defisit fiskal AS dan meningkatnya permintaan investor terhadap aset aman atau safe haven.
"Perkembangan ini mendorong berlanjutnya pelarian modal keluar dari berbagai negara, termasuk negara emerging markets, ke aset yang memberikan imbal hasil tinggi dan aman, khususnya obligasi AS," ujarnya.Ia menambahkan penguatan dolar AS akibat gejolak global turut memberi tekanan terhadap mata uang berbagai negara, termasuk rupiah.Karena itu, Perry menilai diperlukan penguatan sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global yang terus memburuk."Terus memburuknya prospek perekonomian dan pasar keuangan global mengharuskan penguatan respons dan sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal, menjaga stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik," pungkasnya. (lau/sfr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260520180927-532-1360512/bi-waspada-ekonomi-global-melambat-inflasi-dunia-naik-ke-43-persen
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Harga Minyak Naik Setelah AS Kembali Serang Iran
28 May 2026
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS
28 May 2026
Harga Emas Antam Turun Rp31.000 Jadi Rp2,754 Juta/gram
28 May 2026
Syarat Warga Jakarta Dapat Pembebasan PBB-P2 2026 hingga 100 Persen
28 May 2026
Purbaya Sebut Dolar Rp17.800 Tak Masuk Akal: Saya Stres
28 May 2026
Purbaya Sebut Dolar Rp17.800 Tak Masuk Akal, Berkelakar Stres