Bos BI Ungkap Surat Berharga Tembus Rp921,88 T: Turut Jaga Rupiah
Jakarta, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan volume surat berharga dalam rupiah atau Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) kini mencapai Rp921,88 triliun, di...
Menurut Perry, BI juga menaikkan imbal hasil SRBI untuk menarik aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik. Per 13 Mei 2026, suku bunga SRBI tenor enam bulan tercatat sebesar 6,21 persen, tenor sembilan bulan 6,31 persen, dan tenor 12 bulan sebesar 6,45 persen.Lihat Juga :Prabowo Bidik Rupiah Rp16.800-Rp17.500 per Dolar AS pada 2027
Ia mengatakan penguatan instrumen moneter tersebut dilakukan di tengah meningkatnya tekanan global akibat konflik di Timur Tengah yang memicu pelarian modal dari negara berkembang."Berbagai respons kebijakan yang ditempuh dapat mendorong kembali masuknya investasi portofolio asing," katanya. Perry menyebut pada kuartal II 2026 hingga 18 Mei 2026, aliran modal asing tercatat masuk atau net inflows sebesar US$5,5 miliar. Arus modal itu terutama masuk ke instrumen SRBI dan Surat Berharga Negara (SBN) seiring meningkatnya imbal hasil kedua instrumen tersebut.BI sebelumnya memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dalam RDG Mei 2026. Langkah itu ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tingginya gejolak pasar keuangan global akibat perang di Timur Tengah.
(lau/ins)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260520181627-78-1360513/bos-bi-ungkap-surat-berharga-tembus-rp92188-t-turut-jaga-rupiah
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Harga Minyak Naik Setelah AS Kembali Serang Iran
28 May 2026
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS
28 May 2026
Harga Emas Antam Turun Rp31.000 Jadi Rp2,754 Juta/gram
28 May 2026
Syarat Warga Jakarta Dapat Pembebasan PBB-P2 2026 hingga 100 Persen
28 May 2026
Purbaya Sebut Dolar Rp17.800 Tak Masuk Akal: Saya Stres
28 May 2026
Purbaya Sebut Dolar Rp17.800 Tak Masuk Akal, Berkelakar Stres