Purbaya ke Kantor Airlangga, Bahas Badan Ekspor Baru?
Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyambangi kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Kamis (21/5) di tengah pembahasan pembent...
"Mungkin mereka belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kan kalau ada ketidakpastian, biasanya takut jual dulu," kata Purbaya saat ditemui usai rapat tersebut.Lihat Juga :Purbaya Jawab Dugaan Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Terima Suap Rp2,9 M
Namun, ia menilai kondisi itu hanya bersifat sementara. Menurutnya, setelah mekanisme kebijakan dipahami lebih rinci, perusahaan-perusahaan justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar."Tapi kalau mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya seperti apa, harganya akan naik," ujarnya.Purbaya menjelaskan salah satu tujuan pembentukan badan ekspor SDA adalah menutup celah praktik under invoicing atau pelaporan nilai ekspor lebih rendah dari nilai sebenarnya."Karena gini, nanti under-invoicing kan akan tertutup dengan adanya badan ekspor itu," katanya.Sang Bendahara Negara menyebut selama ini sebagian keuntungan dari transaksi ekspor bisa mengalir ke perusahaan pemilik di luar negeri dan tidak seluruhnya tercermin dalam laporan keuangan emiten di pasar modal.
"Sekarang bisa harusnya terefleksi langsung di penjualan mereka yang murni. Jadi perusahaannya juga akan untung," ujar Purbaya.Menurut dia, kondisi itu berpotensi meningkatkan valuasi perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia."Jadi harusnya bisa double untungnya yang listed di bursa yang dilaporkan ya. Jadi harusnya ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan yang di bursa. Pasti pelan-pelan akan naik secara signifikan," katanya.Sebelumnya, Presiden Prabowo mewajibkan ekspor sejumlah komoditas SDA strategis dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai eksportir tunggal. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA.Komoditas yang masuk tahap awal kebijakan antara lain kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi atau ferro alloy. Pemerintah menyebut langkah itu ditujukan untuk memperkuat pengawasan ekspor sekaligus menekan praktik transfer pricing, under invoicing, dan pelarian devisa hasil ekspor.Prabowo mengatakan implementasi kebijakan dilakukan bertahap mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pada masa transisi tersebut, eksportir mulai mengalihkan transaksi dan kontrak penjualan ke BUMN yang ditunjuk pemerintah. (del/pta)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260521124119-532-1360753/purbaya-ke-kantor-airlangga-bahas-badan-ekspor-baru
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS
28 May 2026
Harga Emas Antam Turun Rp31.000 Jadi Rp2,754 Juta/gram
28 May 2026
Syarat Warga Jakarta Dapat Pembebasan PBB-P2 2026 hingga 100 Persen
28 May 2026
Purbaya Sebut Dolar Rp17.800 Tak Masuk Akal: Saya Stres
28 May 2026
Purbaya Sebut Dolar Rp17.800 Tak Masuk Akal, Berkelakar Stres
28 May 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas ke Hongkong Senilai Rp45 M