Bos LPS Blak-blakan Soal Melesatnya Judol, Pinjol dan Investasi Semu
Jakarta, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menyoroti generasi yang melek digital dan matang secara finansial dalam acara pembukaan Jogja Finan...
Anggito mengatakan LPS merasa wajib hadir dengan pendekatan yang lebih inklusif dalam memberikan edukasi literasi keuangan. LPS pun merangkul semua sekolah, kampus, insan media, influencer, artis hingga olahragawan.Dalam sambutannya, Anggito juga menuturkan paradoks sektor keuangan Indonesia, yakni era digitalisasi dan teknologi keuangan serta risiko di dalamnya bergerak lebih cepat dibandingkan pemahaman manusianya.
"Kita sedang memasuki era ketika uang bergerak lebih cepat daripada pemahaman manusia tentang risiko keuangan itu sendiri," kata Anggito."Namun pada saat yang sama daya tahan literasi belum tumbuh secepat perkembangan industrinya. Inilah paradoks sektor keuangan Indonesia hari ini," ucap Anggito.Menurut dia, artificial intelligence (AI) mulai mengganti banyak model bisnis. Transaksi keuangan digital sangat cepat berlangsung dalam hitungan detik. Produk investasi keuangan bertumbuh dan semakin beragam memberikan manfaat."Artificial Intelligence (AI) mulai mengganti banyak model bisnis kita. Transaksi keuangan digital sangat cepat berlangsung dalam hitungan detik. Produk investasi keuangan bertumbuh dan semakin beragam memberikan manfaat. Namun, pada saat yang sama, daya tahan literasi masyarakat belum tumbuh secepat perkembangan industrinya," ucapnya.Selain itu, Anggito juga menyinggung maraknya pinjaman online ilegal, judi digital, hingga investasi bodong yang memanfaatkan rendahnya pemahaman masyarakat."Pinjaman online ilegal tumbuh cepat, judi digital menyusup melalui platform teknologi, kejahatan keuangan menjamur, investasi semu terus memanfaatkan rendahnya pemahaman masyarakat," ucap Anggito.Dalam kesempatan itu, Anggito mengatakan Financial Festival 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran lembaga keuangan maupun seminar ekonomi. Festival tersebut disebut sebagai ruang kolaborasi antara regulator, industri, kampus, komunitas kreatif, hingga generasi muda.Ia menyebut lebih dari 10 ribu peserta diperkirakan hadir dalam kegiatan tersebut. Sejumlah agenda turut digelar, mulai dari edukasi keuangan, pelibatan UMKM dan komunitas kreatif, hingga Jogja City Run yang diikuti ribuan pelari."Kita ingin memulai gerakan baru, membangun generasi yang tidak hanya melek digital, tapi juga matang secara finansial," ucap Anggito. (kum/har)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260522115650-78-1361142/bos-lps-blak-blakan-soal-melesatnya-judol-pinjol-dan-investasi-semu
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Purbaya Sebut Dolar Rp17.800 Tak Masuk Akal: Saya Stres
28 May 2026
Purbaya Sebut Dolar Rp17.800 Tak Masuk Akal, Berkelakar Stres
28 May 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas ke Hongkong Senilai Rp45 M
27 May 2026
Bank Sentral Amerika Minta Dunia Pangkas Konsumsi Minyak dan Gas
27 May 2026
Menyalahi Aturan, Kemendag 'Take Down' 2.639 Iklan Digital
27 May 2026
Tebar Rasa Syukur, PNM Salurkan Hewan Kurban ke Warga di 18 Cabang