Rupanya Gen Z Jadi Generasi Paling Kesepian di Dunia Kerja, Kok Bisa?
Gen Z menjadi generasi yang paling kesepian di dunia kerja, menurut laporan terbaru. Selain itu, ada juga temuan bahwa beberapa perusahaan cenderung memberhentikan karyawan Gen Z h...
Laporan dari platform teknologi pangan ezCater menunjukkan bahwa sekitar 38 persen pekerja Gen Z merasa kesepian saat bekerja, angka tertinggi dibandingkan kelompok usia lainnya. Sementara itu, laporan dari Intelligent.com mengungkapkan bahwa banyak perusahaan cepat memberhentikan karyawan Gen Z yang baru direkrut. Newsweek melaporkan bahwa satu dari enam perusahaan bahkan ragu mempekerjakan lulusan baru, dan enam dari sepuluh perusahaan telah memberhentikan lulusan yang direkrut pada tahun yang sama.
Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya ketidaksesuaian antara ekspektasi Gen Z dan budaya kerja yang ada, yang dapat memicu rasa terisolasi, tingkat pergantian karyawan yang tinggi, dan penurunan produktivitas. Survei terhadap 1.000 karyawan menunjukkan bahwa 80 persen merasa lebih terlibat dalam pekerjaan jika memiliki teman di kantor. Namun, hanya 43 persen pekerja jarak jauh yang memiliki teman dekat di tempat kerja, berbeda dengan 69 persen pekerja yang bekerja secara langsung atau hibrida. Ini menunjukkan pentingnya interaksi tatap muka dalam membangun koneksi sosial.
Menurut Psychology Today, ada tiga penyebab utama kesepian di kalangan Gen Z:
1. **Stimulasi berlebihan:** Gen Z bekerja di tengah banjir notifikasi, rapat daring, target kerja, dan distraksi digital yang hampir tanpa henti. Ini membuat interaksi menjadi cepat dan fungsional, tetapi kurang kedalaman emosional. Komunikasi melalui email atau pesan instan sering menggantikan percakapan langsung, membatasi ruang untuk membangun kedekatan dengan rekan kerja.
2. **Media sosial:** Paparan intens terhadap media sosial dapat memperkuat rasa terisolasi, terutama saat ada kecenderungan membandingkan diri dengan pencapaian orang lain. Meskipun media sosial dapat memperluas jejaring profesional, para ahli menilai platform ini hanya efektif mengurangi kesepian jika digunakan untuk memperkuat relasi nyata, bukan menggantikannya.
3. **Pergeseran ketergantungan sosial:** Kemudahan akses informasi membuat banyak pekerja muda lebih memilih mencari solusi secara mandiri melalui internet daripada bertanya kepada rekan kerja. Cara ini efisien, tetapi mengurangi momen interaksi yang sebelumnya menjadi peluang membangun relasi.
Di kalangan Gen Z, 56 persen responden berharap perusahaan menyediakan lebih banyak kesempatan untuk bersosialisasi, dan 85 persen menyatakan bahwa memiliki teman di tempat kerja membuat mereka merasa lebih terlibat dan termotivasi.
Konsultan sumber daya manusia, Bryan Driscoll, menilai bahwa realitas dunia kerja yang dihadapi Gen Z sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi terdahulu memiliki lebih banyak kesempatan membangun relasi melalui interaksi langsung, mentor, dan kebersamaan di luar jam kerja. Sementara itu, Gen Z banyak memulai karir di tengah pandemi COVID-19 dengan proses orientasi dan komunikasi yang serba daring, yang membatasi interaksi sosial dan pembentukan budaya kerja secara alami.
Kesepian di tempat kerja juga berpotensi berdampak pada kesehatan mental. Pengajar literasi keuangan, Alex Benee, menilai bahwa tekanan ekonomi, ketidakstabilan pasar kerja, dan kenaikan biaya hidup dapat memperkuat rasa cemas dan terasing pada pekerja muda. Benee juga mencatat bahwa Gen Z cenderung lebih terbuka dalam mencari bantuan profesional dibandingkan generasi sebelumnya, menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental.
Tingginya tingkat kesepian di kalangan Gen Z menjadi sinyal bahwa fleksibilitas kerja saja tidak cukup. Karyawan juga membutuhkan rasa memiliki dan koneksi sosial untuk tetap terlibat dan bertahan dalam jangka panjang.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260224185415-284-1331389/rupanya-gen-z-jadi-generasi-paling-kesepian-di-dunia-kerja-kok-bisa
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Pilot Bikin Kapok Penumpang Egois yang Menyerobot ke Pintu Pesawat
07 Apr 2026
Ortu Perlu Tahu, Ini Beda Anak Aktif dan Hiperaktif
07 Apr 2026
Kapal Pesiar Khusus Dewasa, Temptation Cruises Sajikan Liburan Sensual
07 Apr 2026
FOTO: Tarian Geisha Menyambut Musim Semi di Jepang
07 Apr 2026
Ini Arti Level A-D pada Label 'Nutri-Level' pada Produk Makanan
07 Apr 2026
Pesona Wisata Kali Jodoh di Balik Mitos Wisatawan Jadi Enteng Jodoh