Benarkah Garam Kalium Klorida Aman untuk Hipertensi? Ini Penjelasannya
Judul: Benarkah Garam Kalium Klorida Aman untuk Hipertensi? Ini Penjelasannya Jakarta, Mengontrol asupan garam merupakan salah satu aturan penting dalam menjaga kesehatan jantung,...
Jakarta, Mengontrol asupan garam merupakan salah satu aturan penting dalam menjaga kesehatan jantung, terutama bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi. Ada alternatif lain, yakni garam kalium klorida (KCl), tetapi benarkah aman untuk hipertensi?Mengutip Harvard Health Publishing, tingginya natrium yang merupakan komponen utama dalam garam biasa, menjadi penyebab hipertensi.Lihat Juga :Tak Cuma Susu, 7 Makanan Tinggi Kalsium untuk Tulang Sehat di Masa Tua
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar sepertiga orang sehat dan 60 persen penderita hipertensi memiliki sensitivitas terhadap garam. Artinya, tekanan darah mereka naik signifikan saat mengonsumsi garam berlebih.Tubuh merespons kelebihan natrium dengan menahan air untuk mengencerkan natrium tersebut. Hal ini membuat volume darah bertambah dan tekanan di pembuluh darah meningkat. Lalu, apakah garam kalium klorida bisa jadi pengganti yang efektif? Apa itu garam kalium klorida dan manfaatnya untuk tekanan darah?Pilihan RedaksiBenarkah Kolang-kaling Bagus untuk Tulang? Cek Kandungan GizinyaAir Kelapa Muda Sembuhkan Penyakit Apa? Ini 10 ManfaatnyaApakah Kopi Merusak Ginjal? Jangan Dulu Risau, Ini PenjelasannyaGaram kalium klorida, atau yang sering disebut garam kalium, merupakan alternatif pengganti garam meja biasa yang mengandung natrium klorida.Dalam garam kalium, sebagian atau seluruh natriumnya digantikan oleh kalium. Hal ini membuat rasa dan tekstur garam kalium hampir mirip dengan garam biasa, tetapi dengan manfaat tambahan bagi kesehatan jantung.Mengganti garam natrium dengan garam kalium dapat menurunkan tekanan darah hingga sekitar 5.6/2.9 mm Hg. Angka ini cukup penting untuk menjaga tekanan darah tetap normal, yakni kurang dari 120/80 mm Hg."Kalium dan natrium saling menyeimbangkan untuk keseimbangan cairan, karena natrium adalah ion ekstraseluler utama dan kalium adalah ion intraseluler utama," ujar ahli nutrisi Amy Brownstein, seperti dikutip dari Eating Well.Brownstein menjelaskan bagaimana perubahan kecil mineral bisa memengaruhi tekanan darah. Natrium menarik cairan ke dalam pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan. Di sisi lain, kalium melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan pengeluaran natrium melalui urine, yang membuat tekanan darah turun.Garam kalium sendiri mudah ditemukan di toko dan dijual secara online pula. Penggunaan garam ini bisa dilakukan sebagai pengganti sebagian garam biasa saat memasak, misalnya menaburkan di atas makanan atau membumbui daging dan sayuran.Namun, garam kalium sebaiknya digunakan secara terbatas dan lebih baik dijadikan pengganti sebagian, bukan sepenuhnya menggantikan garam biasa, agar rasa tetap enak dan tidak pahit.
Siapa yang tak cocok mengonsumsi garam kalium klorida?Meskipun garam kalium bermanfaat menurunkan risiko hipertensi dan stroke, tidak semua orang aman mengonsumsinya.Penderita penyakit ginjal, gangguan fungsi ginjal, atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti ACE inhibitor, ARB (Angiotensin II Receptor Blocker), dan diuretik penghemat kalium, sebaiknya tidak menggunakan garam kalium tanpa konsultasi dokter.Kadar kalium yang tinggi dalam darah bisa berbahaya bagi kelompok orang ini dan menyebabkan komplikasi serius. Untungnya, garam bukanlah satu-satunya cara untuk menambah rasa pada makanan."Alternatif garam terbaik mungkin adalah tanpa garam sama sekali, tetapi menggunakan rempah-rempah, bumbu, cuka, dan jus lemon serta jeruk nipis untuk memberi rasa pada makanan," kata Brownstein. (rti)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260225090235-255-1331522/benarkah-garam-kalium-klorida-aman-untuk-hipertensi-ini-penjelasannya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Oatmeal vs Yogurt, Mana Menu Sarapan yang Lebih Sehat?
07 Apr 2026
Siap-siap, Maskapai Akan Naikkan Harga Tiket Pesawat hingga 13 Persen
07 Apr 2026
BPOM Setujui Penerapan 'Nutri-Level', Cegah Konsumsi Gula Berlebih
07 Apr 2026
Kapan Waktu Terbaik Minum Air Hangat untuk Pencernaan?
07 Apr 2026
Singapura Larang Penumpang Bawa 2 Power Bank Saat Naik Pesawat
07 Apr 2026
Hati-Hati, 5 Suplemen Ini Justru Jadi Penyebab Sembelit Tambah Parah