Gaya Hidup 07 Mar 2026 7 views

Buah Terbaik untuk Buka Puasa, Ini Kata Ahli Gizi

Memilih buah yang tepat untuk berbuka puasa sangat penting untuk memulihkan energi tubuh setelah lebih dari 12 jam berpuasa. Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Kat...

Buah Terbaik untuk Buka Puasa, Ini Kata Ahli Gizi
Memilih buah yang tepat untuk berbuka puasa sangat penting untuk memulihkan energi tubuh setelah lebih dari 12 jam berpuasa. Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Katrin Roosita, menjelaskan bahwa saat berpuasa, tubuh kekurangan glukosa, sumber energi utama otak. Ketika cadangan glikogen di hati menipis, tubuh mulai menggunakan asam lemak yang menghasilkan keton sebagai energi alternatif.

Oleh karena itu, Roosita menekankan pentingnya mengembalikan energi dengan karbohidrat sederhana, terutama yang mengandung glukosa dan fruktosa alami, saat berbuka. Buah menjadi pilihan yang sangat dianjurkan.

Kurma dianggap sebagai salah satu buah paling ideal karena kandungan fruktosanya yang tinggi dapat mengembalikan energi dengan cepat tanpa menyebabkan lonjakan gula darah drastis. Keunggulan fruktosa adalah tidak memicu kenaikan kadar gula darah secara signifikan, sehingga lebih aman, terutama bagi penderita diabetes. Ini berarti buah dengan gula alami lebih baik daripada makanan atau minuman olahan yang tinggi gula tambahan.

Selain kurma, buah dengan kadar air tinggi seperti semangka, melon, dan pepaya juga direkomendasikan. Buah-buahan ini tidak hanya mengandung fruktosa, tetapi juga membantu mengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa. Pepaya, misalnya, juga mengandung beta-karoten yang merupakan provitamin A. Kandungan vitamin dan mineral dalam buah-buahan ini membantu menjaga keseimbangan cairan dan mendukung metabolisme tubuh selama Ramadan.

Namun, tidak semua buah cocok dikonsumsi saat perut kosong. Jeruk nipis sebaiknya dihindari karena kadar asamnya yang tinggi dapat mengiritasi lambung. Durian juga perlu dibatasi karena kandungan gulanya yang tinggi dapat memicu lonjakan glukosa darah. Nangka memiliki serat yang sulit dicerna dan berpotensi menyebabkan kembung. Untuk salak, Roosita menyarankan untuk tetap mengonsumsi lapisan putih pada daging buah karena membantu pencernaan.

Roosita merekomendasikan konsumsi buah sebanyak dua hingga tiga porsi per hari, setara 100-150 gram per porsi. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan glukosa, fruktosa, serat, vitamin, dan mineral selama Ramadan. Meskipun waktu makan terbatas selama puasa, kualitas asupan makanan harus tetap menjadi prioritas agar tubuh tetap sehat dan bugar. Dengan pemilihan buah yang tepat, berbuka puasa tidak hanya melepas lapar dan haus, tetapi juga menjaga energi dan kesehatan hingga waktu sahur.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260225153838-262-1331722/buah-terbaik-untuk-buka-puasa-ini-kata-ahli-gizi
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.