Steroid untuk Wajah, Aman atau Berbahaya? Ini Kata Dokter
Judul: Steroid untuk Wajah, Aman atau Berbahaya? Ini Kata Dokter Jakarta, Kasus viral seorang wanita di Jakarta Selatan yang mengalami breakout parah setelah menggunakan krim etik...
Jakarta, Kasus viral seorang wanita di Jakarta Selatan yang mengalami breakout parah setelah menggunakan krim etiket biru selama 10 tahun kembali memicu kekhawatiran publik soal kandungan steroid dalam produk perawatan kulit.Di media sosial, tak sedikit warganet menilai steroid sebagai zat berbahaya yang sebaiknya dihindari sepenuhnya, terutama untuk penggunaan di wajah.Dokter spesialis kulit dari Klinik Dermalogia, Arini Astasari Widodo, menegaskan anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Dalam dunia dermatologi, kortikosteroid topikal justru menjadi salah satu terapi utama untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan kulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :Kisah Wanita Jaksel Terjebak Krim Steroid 10 Tahun, Wajah Rusak Parah"Kortikosteroid topikal adalah obat anti-inflamasi yang sangat efektif dan merupakan salah satu gold standard dalam dermatologi untuk mengatasi peradangan kulit seperti dermatitis, eksim, psoriasis, atau reaksi alergi," ujar Arini saat dihubungi .com, Kamis (26/2). Menurut Arini, steroid bekerja dengan menekan proses inflamasi pada kulit sehingga kemerahan, bengkak, dan rasa gatal dapat mereda. Dalam kondisi tertentu, penggunaannya bahkan menjadi terapi paling cepat dan efektif untuk mencegah peradangan meluas atau bertambah berat.Namun, ia menekankan bahwa persoalan muncul ketika steroid digunakan tanpa diagnosis yang jelas dan tanpa pengawasan medis."Yang berbahaya bukan steroidnya, tetapi penggunaan yang tidak tepat dan tanpa pengawasan," tegasnya.Pilihan Redaksi7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi di Usia 40-an Biar Tetap Awet MudaRahasia Kulit Glowing Saat Puasa, Cegah Kering dan BerjerawatStroke Mendadak Serang Bocah 10 Tahun Usai OlahragaDiagnosis adalah kunciArini menjelaskan, tidak semua kemerahan atau keluhan kulit membutuhkan steroid. Jerawat biasa, misalnya, tidak selalu memerlukan terapi anti-inflamasi kuat seperti steroid.Begitu pula dengan infeksi jamur yang justru dapat memburuk bila diberi steroid tanpa pengobatan yang sesuai.Karena itu, diagnosis menjadi kunci utama sebelum memutuskan penggunaan krim yang mengandung steroid. Dokter akan menentukan apakah kondisi pasien memang termasuk inflamasi yang membutuhkan steroid atau memerlukan terapi lain.Selain diagnosis, pemilihan potensi juga tak kalah penting. Steroid topikal memiliki tingkatan potensi, mulai dari ringan (mild), sedang (moderate), hingga kuat (potent).Pemilihannya tidak bisa sembarangan karena tiap area tubuh memiliki karakteristik kulit yang berbeda.Kulit wajah, misalnya, lebih tipis dan sensitif dibandingkan lengan atau punggung. Karena itu, wajah umumnya hanya diberikan steroid dengan potensi rendah dan dalam waktu terbatas.Bukan untuk perawatan harianArini menegaskan, steroid bukanlah krim perawatan harian atau produk kosmetik. Penggunaannya sebagai krim pencerah atau untuk menjaga wajah tetap mulus dalam jangka panjang sangat tidak dianjurkan.
Umumnya, steroid topikal digunakan hanya dalam beberapa hari hingga satu atau dua minggu, kecuali terdapat indikasi khusus yang tetap berada dalam pengawasan dokter. Penggunaan jangka panjang tanpa evaluasi dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti penipisan kulit, kemerahan menetap, hingga ketergantungan."Steroid itu seperti pisau bedah, sangat bermanfaat bila digunakan tepat, tetapi bisa merusak jika disalahgunakan," kata Arini.Ia menilai edukasi menjadi faktor penting untuk mencegah kasus serupa. Masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua keluhan kulit harus langsung diatasi dengan steroid, dan tidak semua steroid bersifat berbahaya.Lihat Juga :7 Manfaat Air Beras yang Kaya Nutrisi untuk Kulit hingga RambutDengan diagnosis yang tepat, pemilihan potensi yang sesuai, serta durasi penggunaan yang terkontrol, steroid tetap menjadi terapi yang aman dan efektif.Arini juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur klaim hasil instan tanpa memahami kandungan produk. Perubahan kulit yang terlalu cepat, misalnya wajah mendadak sangat cerah atau kemerahan langsung hilang, justru patut diwaspadai.Penggunaan obat topikal, terutama yang mengandung steroid, sebaiknya selalu berada dalam pengawasan tenaga medis. (nga/tis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260226171324-255-1332198/steroid-untuk-wajah-aman-atau-berbahaya-ini-kata-dokter
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Ortu Perlu Tahu, Ini Beda Anak Aktif dan Hiperaktif
07 Apr 2026
Kapal Pesiar Khusus Dewasa, Temptation Cruises Sajikan Liburan Sensual
07 Apr 2026
FOTO: Tarian Geisha Menyambut Musim Semi di Jepang
07 Apr 2026
Ini Arti Level A-D pada Label 'Nutri-Level' pada Produk Makanan
07 Apr 2026
Pesona Wisata Kali Jodoh di Balik Mitos Wisatawan Jadi Enteng Jodoh
07 Apr 2026
Oatmeal vs Yogurt, Mana Menu Sarapan yang Lebih Sehat?