Dokter Ungkap Siapa Saja yang Boleh dan Tidak Boleh Pakai Krim Steroid
Judul: Dokter Ungkap Siapa Saja yang Boleh dan Tidak Boleh Pakai Krim Steroid Jakarta, Penggunaan krim steroid kerap memicu kekhawatiran. Banyak orang menganggapnya berisiko tingg...
Jakarta, Penggunaan krim steroid kerap memicu kekhawatiran. Banyak orang menganggapnya berisiko tinggi dan berbahaya bagi kulit.Padahal, dalam praktik dermatologi, obat ini justru menjadi terapi utama untuk berbagai penyakit kulit. Lalu, seberapa berbahaya sebenarnya steroid topikal?Dokter spesialis kulit dan kelamin, Arini Astasari Widodo, menjelaskan bahwa tingkat risiko steroid sangat bergantung pada ketepatan indikasi dan kondisi pasien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :Deret Bahaya Penggunaan Steroid Jangka Panjang Tanpa Pengawasan"Kortikosteroid topikal merupakan obat antiinflamasi yang sangat efektif dan termasuk salah satu gold standard dalam dermatologi untuk mengatasi peradangan kulit seperti dermatitis, eksim, psoriasis, maupun reaksi alergi," ujar Arini kepada .com, Kamis (26/2). Menurut Arini, secara medis steroid tidak otomatis berbahaya. Risiko biasanya muncul ketika penggunaannya tidak sesuai dengan kondisi yang mendasari atau dipakai tanpa pengawasan dokter.Siapa yang boleh menggunakan?Steroid topikal diperbolehkan pada pasien dengan kondisi inflamasi kulit yang memang memerlukan terapi antiinflamasi, seperti:• Dermatitis atopik• Dermatitis kontak alergi atau iritan• Psoriasis tertentu• Kondisi inflamasi kulit lain yang memerlukan terapi antiinflamasiPilihan Redaksi6 Vitamin untuk Kesehatan Kulit, Glowing dan Kencang dari DalamRambut Rontok Kurang Vitamin Apa? Ternyata Ini 7 PenyebabnyaKisah Wanita Jaksel Terjebak Krim Steroid 10 Tahun, Wajah Rusak ParahDalam praktik klinis, steroid dinilai aman jika digunakan dengan prinsip yang benar."Yang berbahaya bukan steroidnya, tetapi penggunaan yang tidak tepat dan tanpa pengawasan," kata Arini.Ia menegaskan, dalam praktik dermatologi, steroid sangat membantu dan relatif aman bila diagnosis tepat, potensi obat sesuai, area serta durasi penggunaan terkontrol, dan pasien berada dalam pemantauan dokter.Siapa yang sebaiknya menghindari?Sebaliknya, ada beberapa kondisi yang harus sangat berhati-hati atau bahkan tidak dianjurkan menggunakan steroid, antara lain:• Infeksi jamur yang belum diobati• Jerawat aktif (dapat memperburuk menjadi steroid acne)• Perioral dermatitis• Penggunaan rutin untuk tujuan kosmetik, seperti pencerahan kulitArini menjelaskan bahwa risiko efek samping juga dipengaruhi oleh lokasi pemakaian dan potensi obat. Area wajah, terutama sekitar mata, lipatan hidung, dan sekitar mulut, memiliki kulit lebih tipis sehingga lebih rentan terhadap efek samping.
Masalah kerap muncul ketika pasien membeli krim bebas yang mengandung steroid poten, misalnya dalam bentuk "krim racikan" tanpa label jelas, lalu menggunakannya setiap hari selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun."Steroid tidak boleh dipakai sembarangan. Penggunaannya harus sesuai diagnosis dan tidak ditujukan untuk semua jenis kemerahan atau jerawat. Steroid juga tidak boleh digunakan sebagai perawatan rutin jangka panjang," jelasnya.Lihat Juga :Apa Benar Habbatussauda Obat Segala Penyakit? Ini 10 ManfaatnyaArini mengibaratkan steroid seperti pisau bedah: sangat bermanfaat bila digunakan secara tepat, tetapi bisa merusak jika disalahgunakan."Steroid itu seperti pisau bedah, sangat bermanfaat bila digunakan tepat, tetapi bisa merusak jika disalahgunakan," tegasnya. (nga/tis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260226201118-255-1332246/dokter-ungkap-siapa-saja-yang-boleh-dan-tidak-boleh-pakai-krim-steroid
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Ortu Perlu Tahu, Ini Beda Anak Aktif dan Hiperaktif
07 Apr 2026
Kapal Pesiar Khusus Dewasa, Temptation Cruises Sajikan Liburan Sensual
07 Apr 2026
FOTO: Tarian Geisha Menyambut Musim Semi di Jepang
07 Apr 2026
Ini Arti Level A-D pada Label 'Nutri-Level' pada Produk Makanan
07 Apr 2026
Pesona Wisata Kali Jodoh di Balik Mitos Wisatawan Jadi Enteng Jodoh
07 Apr 2026
Oatmeal vs Yogurt, Mana Menu Sarapan yang Lebih Sehat?