Gaya Hidup 02 Mar 2026 5 views

PCOS dan Kista Ovarium, Apa Bedanya?

Judul: PCOS dan Kista Ovarium, Apa Bedanya? Daftar Isi Apa itu kista ovarium? Apa itu PCOS? Perbedaan PCOS dan kista ovarium 1. Faktor hormonal 2. Penyebab 3. Efek terhadap kesubu...

PCOS dan Kista Ovarium, Apa Bedanya?
Judul: PCOS dan Kista Ovarium, Apa Bedanya?

Daftar Isi
Apa itu kista ovarium?
Apa itu PCOS?
Perbedaan PCOS dan kista ovarium
1. Faktor hormonal
2. Penyebab
3. Efek terhadap kesuburan
Jakarta, Siklus haid tidak teratur, nyeri panggul, atau sulit hamil sering membuat perempuan bertanya-tanya, apakah ini tanda kista ovarium atau justru PCOS?
Sekilas, keduanya memang terdengar mirip karena sama-sama berkaitan dengan ovarium. Namun, apa sebenarnya perbedaan PCOS dan kista ovarium?
Meski sering tertukar, kista ovarium dan polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah dua kondisi yang berbeda, baik dari penyebab, gejala, hingga dampaknya terhadap kesuburan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :
Ini Kondisi yang Membuat Kehamilan di Usia 40-an Tak Disarankan
Apa itu kista ovarium?
Dikutip dari laman London Women's Centre, kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang tumbuh di dalam atau di permukaan ovarium.
Kista sangat umum terjadi pada perempuan usia reproduktif. Sebagian besar kista terbentuk secara alami sebagai bagian dari siklus menstruasi.
Dalam banyak kasus, kista tidak menimbulkan gejala dan dapat menghilang sendiri dalam beberapa minggu atau bulan tanpa pengobatan. Karena itu, tak sedikit perempuan yang baru mengetahui adanya kista saat pemeriksaan USG rutin.
Pilihan Redaksi
Mitos Keramas Saat Haid, Benarkah Bisa Menghentikan Darah?
Sering Disamakan, Ini Bedanya Miom dan Kista pada Perempuan
Sering Menangis Tanpa Alasan? 7 Kondisi Ini Mungkin Jadi Pemicunya
Namun, jika ukurannya membesar atau tidak kunjung hilang, kista bisa menimbulkan keluhan seperti nyeri panggul, perut terasa penuh atau kembung, nyeri saat menstruasi, hingga rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual.
Menurut Thomson Medical, kista ovarium umumnya tidak memengaruhi kesuburan. Hanya pada kondisi tertentu, misalnya, kista berukuran besar atau mengganggu fungsi ovarium, barulah peluang hamil bisa terdampak.
Apa itu PCOS?
Berbeda dengan kista ovarium, PCOS merupakan kondisi hormonal dan metabolik yang bersifat kronis. London Women's Centre bahkan menyebut PCOS memengaruhi sekitar satu dari 10 perempuan.
Pada PCOS, ovarium memiliki banyak folikel kecil akibat gangguan proses ovulasi. Penting dipahami, perempuan dengan PCOS biasanya tidak memiliki kista dalam arti sebenarnya, melainkan kumpulan folikel yang gagal berkembang dan melepaskan sel telur.
PCOS terjadi karena ketidakseimbangan hormon, terutama peningkatan hormon androgen (hormon pria). Kondisi ini dapat menyebabkan haid tidak teratur atau tidak haid sama sekali, jerawat, pertumbuhan rambut berlebih di wajah atau tubuh, kenaikan berat badan, hingga penipisan rambut di kepala.
Untuk mendiagnosis PCOS, seseorang biasanya harus memenuhi setidaknya dua dari tiga kriteria berikut: siklus haid tidak teratur, kadar hormon androgen tinggi, serta gambaran ovarium polikistik pada USG.
Perbedaan PCOS dan kista ovarium
Perbedaan antara PCOS dan kista ovaroum bisa dilihat dari beberapa faktor. Berikut di antaranya.
Lihat Juga :
7 Hal Ini Bisa Terjadi Jika Berhubungan Seks saat Haid
1. Faktor hormonal
Perbedaan paling mendasar antara kista ovarium dan PCOS terletak pada faktor hormonalnya. Pada kista ovarium, kadar hormon umumnya normal, meski bisa terjadi perubahan sementara. Sementara pada PCOS, tes darah sering menunjukkan ketidakseimbangan hormon, termasuk peningkatan androgen dan resistensi insulin.
2. Penyebab
Dari sisi penyebab, kista ovarium biasanya muncul sebagai bagian dari siklus haid normal atau dipicu kondisi tertentu seperti endometriosis dan infeksi panggul.
Sebaliknya, PCOS berkaitan dengan faktor genetik, resistensi insulin, serta gangguan hormon jangka panjang.
Lihat Juga :
7 Jamu Pelancar Haid Sekaligus Atasi Kram Perut
3. Efek terhadap kesuburan
Dampaknya terhadap kesuburan juga berbeda. Kista ovarium jarang menyebabkan gangguan kesuburan permanen. Sementara pada PCOS, ovulasi yang tidak teratur dapat menyulitkan proses kehamilan, meski tetap bisa ditangani dengan terapi yang tepat.
Karena gejalanya bisa tumpang tindih, penting untuk tidak langsung menyimpulkan diagnosis sendiri. Pemeriksaan medis seperti USG dan tes hormon diperlukan untuk memastikan apakah keluhan yang dialami merupakan kista ovarium atau PCOS.
Jika mengalami haid tidak teratur, nyeri panggul berkepanjangan, atau kesulitan hamil, konsultasi dengan dokter kandungan menjadi langkah terbaik untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai. (anm/asr)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260302113842-255-1333302/pcos-dan-kista-ovarium-apa-bedanya
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.